Caleg Mantan Penyanyi Cilik Puput Novel Merasa Di zalimi ( Balihonya dirusak)

Jakarta,  Berita Global -Calon legislatif dari Partai Golkar yang juga Mantan artis penyanyi cilik tahun 90’an, Puput Novel melalui timnya akan mengadukan ke Panwaslu  perihal Baliho/Billboard/spanduk besar dirinya dirusak oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 

Puput mengadukan ke panwaslu lantaran pengerusakkan kerap terjadi  pada balehonya itu dari ukuran kecil hingga besar. 

” ini bukan yang pertama, tapi sudah yang kedua kali. dari situ kita akan meminta surat dari panwaslu untuk di selidiki di kepolisian. ada cc tv dan sebagainya.karna kita ingin tau ulah siapa yg seperti itu dan harus di pertanggung jawabkan dan harus di tindak. jangan di biarkan. melaporkan ke panwaslu untuk kejadaian ini,” pungkas Puput saat dihubungi Berita Global melalui telp ( 13/04/19 ).

Baliho besar yang dirusak mirip alat peraga bergambar Puput Novel beserta Lambang Golkar dan bertuliskan dirinya, Caleg DPR RI Daerah Pemilihan Jakarta Pusat, Jakarta Selatan dan Luar Negeri dengan Nomor Urut 2.

Baliho  itu terpampang di jl. Mampamg Prapatan, jakarta selatan.

Sejak pertama kali Balehonya dirusak, Puput enggan melaporkannya ke aparat, dan ia koordinasikan kembali pemasangan baliho dengan timnya. 

” mulanya kita gak mau negatif thinking,  itu mungkin karena angin atau apalah . atau pasangnya kurang kencang. Lalu kita bikin dan pasang lagi.  artinya dengan biaya lagi pastinya. ” pungkas puput.

Ironisnya, lanjut Puput, dari sekian banyak baliho, hanya miliknya yang rusak, yang lain tidak.

“lucunya, spanduk saya itu tuh di balik. Logikanya kalau hanya kena angin khan tidak begitu parahnya. Anehnya,  semua gambar  berjejer barengan dengan gambar, hanya gambar saya saja yang dirusak. itu khan gak masuk akal. beberapa ada juga yang di copot. saya dan tim saya hanya bersabar saja.saya cuma bilang ya Tuhan semoga dengan yg begitu kita di angkat derajatnya,” ungkap puput. 

Puput enggan menyebutkan kerugiannya, sebab, pendanaan hanya ditangani oleh timnya. 

Ia berfikir, dalam berpolitik ada  kemungkinan semua ini adalah ulah oknum yang tidak bertanggung jawab.

Puput juga mengingatkan kepada kontestan pemilu untuk berkompetisi yang baik dan bukan dengan cara-cara kotor. 

“Saya tidak bisa menduga siapa-siapa.  tapi, sekarang yg kedua kalinya namanya kita udah di Dzholimi. Sekarang ini saya sedih kenapa sampe begini banget. aduh ini niat sekali oknumnya jahat. kita khan ingin berkopetisi yang sehat .Bertemu didapilnya menyampaikan visi misinya. Pasang spanduk sesuai tempatnya. Tuhan yang mentakdirkan kita  jadi atau tidaknya kita ke senanyan, ” tegas puput.

Puput sangat menyayangkan di detik-detik akhir masa kampanyenya telah dicederai oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

  ” salah satu kampanye saya adalah sosialisai saya kepada masyarakat dapil saya. Disitu khan daerah  jaksel. sekarang sudah begini ya sudah saya sudah tidak ada lagi billboard, ” tutur puput 

Berdasarkan pasal 521 Jo pasal 280 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, pelaku pengrusakan APK dapat dikenai sanksi pidana pemilu maksimal dua tahun dengan denda paling banyak Rp 24 juta ( ivan/bg )