Apresiasi Kemendagri dan Pemuda Khatolik Pentingnya Penguatan Nilai Kebangsaan kepada pemuda Demi Menjaga Keutuhan NKRI

Jakarta, Berita Global – Demi menjaga keutuhan Bangsa indonesia,  Diskusi yang bertema “Penguatan Nilai-Nilai Kebangsaan kepada pemuda untuk Menjaga Keutuhan NKRI” akan dilakukan di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat pada esok hari ( 07/02/19).

Hal ini diungkapkan oleh ketua Panitia , Beny Wijayanto saat ditemui wartawan Berita Global dalam persiapan reservasi di hotel itu.

” Diskusi nanti,  Kemendagri ( Kementrian Dalam Negeri ) akan Bekerja sama dengan Forum kemitraan Ormas, Pengurus Pusat Pemuda Khatolik  ( PP Pemuda Khatolik ) ” kata Beny.

Sementara, Bondan Wicaksono, wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Pemuda Katolik dan juga Ketua Komda Pemuda Katolik DKI Jakarta menjelaskan bahwa Forum kemitraan ini akan mengambil tema Penguatan nilai – nilai kebangsaan bagi pemuda. Terutama dalam konteks Pemilu 2019 ini .

“Nanti akan Hadir juga BPIP ( Badan Penanaman Ideologi Pancasila ) , lalu hadir juga dari BNPT ( Badan Nasional Penanggulangan Terorisme ) , Dirjen komnasham dari Mendagri . saya mewakili dari teman – teman pemuda,
Ingin menyikapi berbagai isu dan persoalan kebangsaan terutama menjelang pemilu,” ujar Bondan.

 Mereka bersama – sama membangun komitmen untuk perangi hoaks , ujaran kebencian, sama -sama berprestasi untuk membangun berkualitas,
mengajak teman-teman muda semuanya mengambil bagian untuk tidak golput.

“yang penting soal kebangsaannya.
Karena melihat kondisi kebangsaan saat ini seluruh anak bangsa perlu bersatu, tidak terkotak-kotakkan , mengutamakan kepentingan nasional daripada sekedar kepentingan praktis, ” tandasnya.

Sementara, demi mencegah melawan money politik, Black Campaign,  lanjut Bondan, dalam diskusi itu, mereka berkomitmen bagaimana menghalau segala macam tindakkan – tindakkan yang bisa memecah belah bangsa.

“Jadi pointnya, teman – teman ormas pemuda nanti bagaimana menyatukan suara indonesia dari kepentingan politik praktis, terutama di pemilu mendatang,” jelasnya.

 

Bondan menambahkan bahwa informasi  di berbagai media sosial memang tidak menentukan siapa pemenangnya, namun, sangat mempengaruhi elektoral masing – masing dalam pileg maupun pilpres mendatang.

“Karena hampir kurang lebih karena hampir kurang lebih mayoritas pemilih pemula mayoritas juga cukup banyak alokasi mereka untuk tahun ini, maka sosialisasi ini diharapkan membangun pemuda dalam pemilu itu sangatlah penting. Mulai juga dengan gerakkan yang cepat, massive, bagaimana cara menggunakan handphone dan komunikasi secara cerdas, bagaimana juga men-share berita yang memang tidak membawa berita yang sangat provokatif dan tidak terpengaruh isu – isu sara ataupun hal-hal yang menyebabkan perpecahan, apalagi, diantara pemilih pemula ,” pungkasnya

Dan, yang paling terpenting adalah, lanjut Bondan, mengetahui bagaimana pemuda ini  dan siapa yang mau dipimpin. ( ivan/bg )

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *