Pengusaha Indonesia Harus Berubah dari Pengusaha Yang Konvensional Menjadi Pengusaha Yang Digital

Aldi Prastianto : Wakil Bendahara Umum KNPI

Pengusaha Indonesia Harus Berubah dari Pengusaha Yang Konvensional Menjadi Pengusaha Yang Digital

Jakarta, Berita Global.Com,-Nomor urut  calon kandidat ketua umum telah di pegang masing-masing.  Harapan untuk ketua umum baru HIPMI Jaya di Musda ke XVl kedepan supaya lebih baik lagi, terutama mencetak pengusaha-pengusaha muda di Jakarta ini untuk memberikan fasilitasi menjadikan pengusaha yang handal masih fresh dan mampu bersaing di ibukota maupun skala nasional.

Wakil Bendahara Umum KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) DKI Jaya, Aldi Prastianto mengatakan,” Salah satu row model ibukota itu adalah melalui ekonomi atau bisnis yang kaitannya dengan pengusaha UMKM, wajah ekonomi itu dilihat dari pengusaha UMKM, di DKI itu ada banyak pengusaha muda UMKM seperti pengusaha martabak, rumah makan, nah yang lain apa ?,” ujarnya kepada wartawan disela acara Sosialisasi, Kampanye & Debat Terbuka BPD HIPMI Jaya Masa Bhakti 2017-2020, Jakarta (22/12/2016).

Terkait masalah ini tidak lepas dari pinjaman, ini yang menjadi persoalan penting, di Jakarta sulit mencari modal khususnya bagi pengusaha muda karena mereka belum punya pengalaman, belum ada portfolio, sebab bank melihat track record, semakin banyak pekerjaan kita semakin mudah untuk di apply,” jelas Aldi yang juga anggota HIPMI Jaya dan partai Demokrat ini.

Sebab itu tugas HIPMI Jaya melalui pemilihan ketua yang baru, untuk mencari lembaga non bank yang menyediakan permodalan dengan bunga yang kecil khususnya. Ini yang menjadi visi misi Afikalla yang maju sebagai kandidat ketua umum HIPMI Jaya periode 2017-2020, adalah menjadikan HIPMI Jaya itu sebagai organisasi yang berjalan dengan teknologi digital melalui mottonya “Connect, Communicate dan Collaborate,”ucapnya.

Tidak hanya berorganisasi tapi kita juga mampu menjalankan usaha dengan digital, karena sekarang semuanya serba aplikasi, jualan lewat aplikasi, promosi lewat aplikasi.

Caketum Afi  Kalla patut kita dukung karena programnya selaras dengan keinginan pemerintah yang ingin pengusaha Indonesia berubah dari pengusaha yang konvensional menjadi pengusaha yang digital,” ujarnya.

Pengusaha mancanegara seperti.Malaysia, Singapura,Thailand semuanya melibatkan teknologi digital, mulai dari order, promosi semua lewat aplikasi, kita tidak boleh ketinggalan kalau ingin maju dan berkembang,” ungkap Aldy.

Aldy meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk meninjau kembali kebijakan lelang konsolidasi. Pasalnya kebijakan tersebut,telah mematikan ribuan pengusaha yang menjadi rekanan Pemprov DKI Jakarta,karena seluruh proyek tersebut dikerjakan oleh BUMN.Saya berharap kedepan pemerintah lebih bijak lagi dan melihat secara luas masalah ini, di Pemprov DKI ini kan ada 6000 pengusaha UKM yang memang salah satu pencarian nafkah nya di beberapa proyek Pemprov dengan adanya lelang konsolidasi tersebut otomatis mereka tidak mendapat pekerjaan dan memutuskan mata pencaharian mereka, “tutup Aldy.(U/v)

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *