Kapolri Apresiasi Prabowo Himbau Pendukungnya Tidak Datang Aksi di Sekitar MK

Jakarta, Berita Global – Aksi depan Badan Pengawas Pemilu ( Bawaslu ) pada tanggal 21-22 Mei yang berujung ricuh membuat terganggunya ketertiban umum yang meresahkan masyarakat.

Oleh sebab itu, Kepala Kepolisian RI Jenderal Polisi Tito Karnavian melarang dengan menegaskan pihaknya melarang aksi unjuk rasa di sekitar Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta, selama rapat permusyawaratan hakim untuk putusan sengketa Pemilihan Umum Presiden 2019.

“Saya tidak ingin itu terulang kembali, kebaikan yang kami lakukan, diskresi saya tidak ingin lagi disalahgunakan. Untuk itu, saya larang semua unjuk rasa yang melanggar ketertiban publik,” ujar Tito.

Tito mengatakan bahwa pihaknya sudah mendengar ada imbauan dari Pasangan Calon Nomor Urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno agar massa pendukung tidak perlu hadir di MK.

Sidang perdana gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal hasil Pilpres 2019 di MK lalu, Prabowo sudah meminta pendukungnya agar tidak datang ke sekitar gedung MK. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo, Selasa (11/6).

Ia menyatakan bahwa dirinya bersama Sandiaga telah menyerahkan penyelesaian sengketa pilpres 2019 lewat jalur yang konstitusional, yakni melalui Mahkamah Konstitusi

Selain itu, Tito sudah menegaskan kepada jajaran Polda Metro Jaya dan intelijen untuk tidak memberikan izin unjuk rasa di depan MK berdasarkan Pasal 6 Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum.

“Di dalam Pasal 6 itu, ada lima yang tidak boleh, di antaranya tidak boleh mengganggu ketertiban umum, publik, dan tidak boleh menganggu hak asasi orang lain, serta harus menjaga kesatuan bangsa,” ujar Tito.

Ia menekankan kepada jajaran kepolisian agar tetap waspada terhadap aksi unjuk rasa yang mengganggu ketertiban publik, serta berkoordinasi dengan pihak TNI menyiapkan kurang lebih 45.000 pasukan pengamanan di sekitar MK dan melakukan penutupan jalan untuk menghindari intervensi pihak luar.

“Kalau tetap melaksanakan unjuk rasa, sepanjang mengganggu kepentingan publik, kami akan bubarkan,” tegas Tito. ( Red/Bgc )

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *