Ikatan Pesantrean Indonesia Mengutuk Keras Pembantaian 31 Pekerja Infrastruktur Dan Jembatan Di Kabupaten Nduga

Ikatan Pesantren Indonesia mengutuk keras pembantaian 31 orang pekerja infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Nduga oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB), Sabtu (1/12) dan Minggu (2/12).

“Ini satu tindakan yang sungguh-sungguh biadab dan keji. Ini betul-betul sesuatu tindakan di luar perikemanusiaan dan tidak ada ampun bagi pelaku,” ungkap KH. Zaini Ahmad, Ketua Umum DPP IPI di Jakarta, Selasa (04/11).

Menurutnya, Tindakan mereka sudah diluar nalar manusia dan mereka melakukan pembantian manusia sudah seperti membunuh hewan saja. “Kalau bunuh hewan saja kita masih sangat sopan dibanding dengan pembunuhan yang mereka (KKB) lakukan,” jelas pengasuh Ponpes Al-Ikhlas Pasuruan, Jawa Timur ini.

Ia juga meminta kepada pemerintah untuk membasmi KKB bila mereka tidak mau menyerah.

“Kami minta aparat penegak hukum untuk mengejar serta basmimereka jika tidak mau menyerah dan hukum pelaku seberat-berat sesuai dengan hukum yang berlaku,” ungkap Kiyai yang biasa di sapa Gus Zaini ini dengan geram.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya mengatakan 31 pekerja tewas dibunuh KKB. Kasus ini bermula saat KKB membunuh 24 pekerja proyek. Sedangkan 8 pekerja proyek lainnya melarikan diri dan bersembunyi di rumah salah satu anggota DPRD setempat.

“Delapan orang yang menyelamatkan diri di rumah anggota DPRD dijemput dan dibunuh. Tujuh orang meninggal dunia dan satu orang belum ditemukan atau melarikan diri,” jelasnya.

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *