Ikatan Media Online : “Membangun Peradaban Media Digital”

Jakarta, BeritaGlobal.Com – Ikatan Media Online (IMO) organisasi yang baru berdiri 2 tahun mengelar diskusi bertema ” Membangun Peradaban Media Digital ” di Balai Pustaka, jl.Bunga, Matraman, Jakarta Timur ( 28/8/19 )

Diskusi ini berbarengan dan dimulai dengan Pelantikan Kepengurusan Ikatan Media Online .

Menurut Ketua Umum IMO, Yakub ismail,  IMO Indonesia menjadi bagian dari peradaban industri media digital yang di awali dengan suatu program . ” Flatform Kita yaitu sebagian mana visa dan misi menjadikan pemberitaan itu untuk bisa mencerdaskan kehidupan bangsa dengan pemberitaan yang baik dan benar,” ujar Yakub kepada BeritaGlobal.Com usai diskusi.

Pemberitaan baik dan benar yang dimaksud Yakub adalah pemberitaan yang harus berimbang. “jadi, tidak hanya satu sisi sara pemberitaan itu harus ada pertimbanganya. karna itu, harus bisa memenuhi masuk dalam peradaban ini industri media digital.” sambung yakub.

Yakub menjelaskan,: IMO yang di deklarasikan sejak bulan oktober 2017  lalu adalah sebagai organisasi badan usaha yang diharapkan untuk bisa mengintregrasikan seluruh media online yang saat ini belum terverifikasi oleh dewan pers. ” jadi klalau masih ada kendala-kendala seperti itu karna pangsa pembinaan edukasi kita menampung media-media itu yang seperti itu. dengan catatan, bagai mana form anggota kita yang  pemberitaanya tidak boleh hoax, SARA dengan kebencian,” tutur yakub.

Ia menambahkan, selain inovasi-inovasi yang di buat seperti imo News bisa berintregrasi sebagai fungsi pembinaan yang dilakukan agar siap masuk keberadaban yang sebenarnya. ” dalam hal ini kita bagian masyarakat asia yang sebentar lagi menjadi masyarakat asian masyarakat global yang tentunya harus ada banyak edukasi di dalam sana,” papar yakub.

Untuk menjadi pers yang global diterima oleh banyak orang dengan langkah kongkritnya kedepan, Yakub bersama IMO  mempersiapkan sebagai organisasi usaha standar  nasional dan internasional untuk profesi jurnalis dan badan usaha media  bagai mana standarnya yang dipersiapkan dahulu regulasinya.

Selain itu, Imo akan memepersiapkan kompetensi wartawan yang sudah jadi bagian dunia internasional,” mungkin bukan Ukw lagi, tetapi bentuk sertifikasi internasional yang pastinya kalau kita bisa bersaing ke arah sana kompetensi yang lebih tinggi  yakni bahasa internasional,” pungkasnya.

Diadakan diskusi ini, yakub berharap dapat memotivasi teman-bisa bergabung imo Indonesia yang memudahkan para pemilik media dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. 

Yakub menyebut ada 3 Kategori syarat keanggotaan IMO yaitu :

1. Pemilik media online meski belum ada Badan Hukumnya.

2. Pemilik Media Online Sudah memiliki badan Hukum, tetapi belum terverifikasi oleh Dewan Pers

3. Pemilik Media Online Sudah memiliki Badan Hukum dan Sudah terverifikasi oleh Dewan Pers.

( red/bgc )

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *