Dugaan Operasi Intelijen Dibalik Kerusuhan Papua Barat, GO Indonesia : Semua Anak Indonesia Adalah Saudara Sekandung

Jakarta, BeritaGlobal.Com- Kerusuhan di Manokwari, Papua Barat, yang menyita perhatian publik kini meluas hingga Sorong. Pemicu kerusuhan di Papua Barat ini diduga dipicu oleh perlakuan diskriminatif terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang beberapa waktu lalu.

Kerusuhan meluas hingga Lembaga Permasyarakatan (Lapas) di Sorong Kota, Papua Barat dibakar dan menjadi sasaran amukan massa pendemo bahkan merambat hingga ke Bandara DEO Sorong. Massa merangsek bandara dengan memecahkan kaca-kaca di terminal Bandara Sorong serta mobil di area parkir juga dirusak.

Berdasarkan Realese yang diterima BeritaGlobal.Com (20/8/19), mengenai situasi tersebut, Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Generasi Optimis (GO) Indonesia, Frans Meroga menyatakan bahwa ia dan tim khusus di GO Indonesia mencium indikasi adanya operasi intelijen dari pihak luar yang ingin mengoyak persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. GO Indonesia mengimbau agar masyarakat Papua jangan lengah dan jangan terjebak atas skenario intelijen pihak lawan ini.

Operasi intelijen ini mulai tercium sejak ramainya taruna Angkatan Darat Enzo yang dikaitkan dengan salah satu organisasi terlarang. Frans menyatakan GO Indonesia mensinyalir ada pihak tertentu yang ingin menjadikan Enzo martir, sehingga menciptakan narasi negatif mengenai Enzo agar dirinya dipecat dari Akademi Militer.

“Kita bersyukur bahwa TNI tidak terkecoh dengan taktik intelijen musuh sehingga TNI tetap pertahankan Enzo. Kita bangga pada profesionalitas TNI,” ujar Frans.

“Coba kita lihat rangkaian perisitiwa Enzo, video UAS, hingga kerusuhan di Manokwari dan Sorong, indikasi itu jelas. Indonesia sedang jadi target operasi intelijen. Tapi tenang saja, Polri dan TNI jauh lebih hebat dari dalang di balik semua ini,” jelas Frans.

Waketum GO Indonesia itu mengatakan, “Orang Papua, orang Jawa, orang Batak, orang Tionghoa, orang Bugis, orang Melayu, dan orang Dayak, pokoknya semua suku di tanah air kita adalah semua saudara sekandung. Kita adalah anak-anak kandung yang lahir dari rahim yang sama, yaitu rahim Ibu Pertiwi Indonesia.”

“Wahai saudara-saudarai kandungku di Papua, kami di Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara akan bersama-sama kalian di Papua mengatasi tantangan ini. Kalian adalah saudara-saudari kandung kami, dan kami akan berdiri bersama dengan kalian di Papua,” pungkas Frans. (aryanty/pr/bgc)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *