PKNI Berkerja sama Dengan Media Untuk Mendeteksi Dini Hepatitis C

Bogor, Persaudaraan Korban Napza Indonesia (PKNI) berkerja sama dengan media untuk mendeteksi dini Hepatitis C, telah dan sedang melakukan upaya untuk mendukung program pemerintah dalam pengobatan Hepatitis C

Hepatitis adalah salah satu penyakit yang sering menjangkiti masyarakat Indonesia. virus hepatitis sebenarnya ada lima jenis, yaitu A,B,C,D, dan E. Akan tetapi, hanya B, C, dan D yang dapat menyebabkan infeksi kronis. Lalu, dari ketiga jenis tersebut, hepatitis C adalah yang paling bermasalah.

Dr Irsan Hasan SpPD-KGEH selaku Ketua Peneliti Hati Indonesia (PPHI) dan Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, menghibau agar msyarakat Indonesia men Deteksi Dini penyakit Hepatitis C,bahaya penyakit Hepatitis C,ini bisa menyebatkan kematian. Bagi masyarakat Indonesia yang mendeteksi Dini penyakit Hepatitis C ini dapat di cegah.

Kementerian Kesehatan menjelaskan Hepatitis C merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat dunia,komitmen ditingkat Global,Resolusi WHA6318 Tahun 2010,Resolusi WHA67,6 tahun 2014,strategi nasional,diperkirakan dari 250 juta jiwa masyarat Indonesia 2,5 juta jiwa terkena Hepatitis C,data yang berhasil dikumpulkan faktor risico Hepatitis C pengguna narkoba dengan suntik.

Upaya pengendalian Hepatitis ,meningkatkan Deteksi dini,meningkatkan upaya promotif dan preventif,meningkatkan jumlah ,jenis,kualitas pemerataan tenaga kesehatan.

Cara penularan paling umum penyakit ini adalah lewat jarum atau peralatan lain yang digunakan untuk menyuntikkan obat-obatan terlarang. Seorang tenaga medis juga bisa tertular jika dia tidak sengaja tertusuk oleh jarum yang telah digunakan oleh pasien yang terinfeksi.

Meski jarang terjadi, Anda juga bisa tertular penyakit ini lewat jarum tato yang tidak steril atau lewat transfusi darah. Hepatitis C tidak menular lewat ciuman, pelukan, atau berbagi peralatan makan.

Di perkirakan orang yang lahir antara tahun 1945 dan 1965, banyak yang tertular Hepatitis C dan para ahli tidak tahu penyebab pastinya. Beberapa dari mereka terinfeksi sebelum metode skrining darah berubah pada tahun 1992. Sedangkan, yang lainnya tertular lewat obat atau alat suntik.

Dari sejarah tersebut kita bisa mengatakan bahwa semua orang bisa terkena jika dia secara sengaja atau tidak terinfeksi virus lewat jarum suntk atau peralatan lainnya yang bersentuhan langsung dengan darah.

Kebanyakan orang yang menderita hepatitis C tidak akan memiliki gejala awal yang jelas. Gejala yang biasanya muncul adalah demam, mual, muntah, atau sakit perut, lelah dan jarang merasa lapar. Gejala-gejala ini sangat umum dan bisa merupakan gejala penyakit lainnya.

Jika penyakit dibiarkan tanpa diobati selama bertahun-tahun, dapat merusak hati. Hepatitis C juga dapat menyebabkan kanker hati, gagal hati, atau jaringan parut pada hati (sirosis).

Dokter Anda dapat mengetahuinya dengan melakukan tes darah sederhana. Jika tes mengatakan Anda memiliki Hepatitis C, dokter Anda cenderung akan melakukan tes lain untuk mengonfirmasinya lagi dan setelah itu Anda dapat memulai pengobatan segera.

 Tidak ada makanan khusus yang membantu melawan hepatitis C, tapi Anda tetap dianjurkan untuk makan sehat dan diet seimbang. Hindari alkohol, yang dapat membuat kesehatan hati Anda terganggu. Dapatkan vaksin untuk hepatitis A dan B, pneumonia, dan flu.Bicarakan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat resep atau non-resep, terutama Tylenol (acetaminophen). Dengan menerapkan gaya hidup sehat untuk menjaga hati tetap sehat dan berhati-hati terhadap penularan terutama lewat jarum suntik yang tidak steril.(dbs/Jafar)

 

 

 

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *