Rabu, 05 Januari 2011 - 01:17:49 WIB Pernah Bercita-cita Jadi Jaksa Reporter : Redaksi
Jakarta, Berita Global. Com
Budi Wibowo Camat Kebayoranlama
Jalan hidup manusia bagaikan misteri yang tidak bisa ditebak manusia. Kecuali, oleh Tuhan sendiri selaku Sang Pencipta. Begitu pun jalan hidup Budi Wibowo, yang kini menjadi Camat Kebayoranlama sejak Januari 2009 silam, sejak kecil tak pernah mengimpikan menduduki jabatan itu. Sebab, sejak kecil pria berkumis ini justru ingin menjadi jaksa agar kelak bisa menjadi seperti idolanya almarhum Jaksa Agung Ali Said.
Sejak kecil Budi memang sangat mengagumi sosok jaksa, karena dapat menegakkan hukum. Selain mantan Jaksa Agung Ali Said, pengacara senior Adnan Buyung Nasution juga menjadi idolanya. Kedua sosok tersebut menjadi penyemangat dirinya untuk meraih cita-cita di bidang hukum. "Saya memang sangat menyukai dunia hukum. Sosok mereka sangat saya kagumi, karena keduanya sangat kompeten di bidangnya," kenang Budi.
Pria kelahiran Jakarta 21 Februari 1964 ini mengaku untuk meraih cita-citanya menjadi seorang jaksa, ia pun mengambil S1 Hukum di Universitas Jaya Baya pada 1988. Namun setelah menyelesaikan studi S1-nya, ia justru mendapat peluang bekerja di lingkungan Pemprov DKI. Budi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu meskipun pekerjaan barunya buka cita-cita masa kecilnya. Bahkan, untuk mendalami pekerjaannya di bidang pemerintahan, Budi tidak setengah-setengah. Ia pun kembali mengasah ilmunya dengan mengambil S2 di Jurusan Administrasi Publik Universitas Indonesia (UI).
"Background saya di bidang hukum pidana. Tapi karena terjun ke pemerintahan, saya ambil S2 untuk lebih total lagi. Dengan begitu, saya punya banyak ilmu pengetahuan," urai ayah dua anak ini kepada beritajakarta.com, Senin (16/8).
Walaupun cita-cita awalnya tidak tercapai, ia tidak menyesal dengan jalan hidupnya. Ia beranggapan orang boleh bercita-cita, namun yang menentukan tetap Tuhan. Meski kini bergelut dengan dunia pemerintahan yang bukanlah cita-cita masa kecilnya, tak membuatnya asal-asalan menjalankan pekerjaan tersebut. Justru dirinya semakin total melakukan pelayanan terhadap masyarakat, khususnya kepada warga Kecamatan Kebayoranlama, tempat ia mengabdi sebagai camat.
Baginya jabatan adalah amanah yang harus diemban dengan sebaik-baiknya. Karena itu, ia pun bertekad memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat yang memerlukan pelayanan. Walaupun keinginan menjadi jaksa pupus, Budi tidak akan memaksakan kehendaknya kepada kedua buah hatinya. Karena cita-cita setiap orang berbeda-beda. Sebagai orangtua, ia memberi dukungan sepenuhnya terhadap keinginan anak-anaknya. "Apapun cita-cita mereka, akan saya dukung asalkan positif," tegas Budi.
Budi mulai berkecimpung dalam pemerintahan sejak 1994 silam. Awalnya menjadi staf tata usaha di Bagian Umum hingga tahun 2003. Kemudian menjadi Kepala Sub Bagian Rumah Tangga dan Kepala Sub Bagian Kesra Pegawai. Pada 2005-2008, ia menjabat sebagai Lurah Gunung di Kecamatan Kebayoranbaru. Prestasinya kembali meningkat dan menjadi Wakil Camat Kebayoranbaru pada 2008-2009. Baru pada Januari 2009 dirinya dipercaya menjabat sebagai Camat Kebayoranlama.
Kini, Budi menjadi pemimpin bagi sekitar 270 jiwa penduduk di Kecamatan Kebayoranlama. Untuk menjalankan instruksi Walikota Jakarta Selatan tentang penghijauan, dirinya terus berusaha mengajak warga agar menanam pohon dan menjadikan Kebayoranlama hijau royo-royo. Sedikitnya 1.000 pohon ditanam setiap bulan secara merata di enam kelurahan dengan 856 RT dan 77 RW.
 0 Komentar :
Isi Komentar :
|