BNN Ungkap 15.410 Butir Ekstasi dan Narkoba Jenis Baru, Negara Jerman dan Belanda Tidak Kooperatif

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta, BeritaGlobal –  Tim Gabungan Badan Narkotika Negara dan Bea Cukai berhasil mengungkap empat orang tersangka anggota jaringan sindikat narkoba Kendari-Tanjung Pinang-Surabaya dengan total barang bukti ekstasi sebanyak 15.410 butir di Jakarta ( 2/12) dan Surabaya (6/12).

Pengungkapan kasus ini hasil kerjasama BNN dengan Bea Cukai Pusat, Bea Cukai Tanjung Pimang, Bea Cukai Jawa Timur, dan Bea Cukai Tanjung Perak.

Menurut Deputi Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari, Selain ekstasi, terdapat juga Narkoba jenis baru yang berbentuk cair dengan Kandungan Canabidiol dan Dronabinol, dikirim melalui jasa pengiriman dari negara Jerman dan Belanda melalui Online.

” pasti kita kembangkan ke jaringannya. kita sudah coba untuk mengembangkan, kita juga sudah berbicara dengan mereka, memang dari kedua negara tersebut kelihatannya kurang begitu koperatif dan cenderung menutup diri bekerja sama dengan alasan perbedaan hukum, dan itu tidak tepat, dan itu menjadi kritik saya terhadap dua negara itu yang tidak kooperatif kepada negara indonesia yang sedang berkembang memberantas narkoba, tetapi ada negara-negara tertentu yang katanya sahabat, tetapi tidak bersedia bekerja sama. itu jaringan indonesia, Belanda dan Jerman,” ujar Arman usai konferensi pers di Aula Gedung BNN, Jakarta Timur siang ini ( 12/12/18 ).

Sayangnya, Arman menambahkan, bahwa kedua Narkoba jenis baru itu adalah cairan minyak biji ganja yang belum masuk dalam Undang-Undang Narkotika dan sedang diselidiki lebih dalam apa dasar penggunaannya hingga cara memakainya.

Sebelumnya,  Tim BNN mendapatkan informasi tentang adanya penyelundupan ekstasi yang berasal dari Belanda yang masuk melalui Port Klang Malaysia menuju Tanjung Pinang. Selanjutnya tim berkoordinasi dengan tim Bea Cukai pusat dan Bea Cukai Tanjung Pinang untuk melakukan penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, para tersangka berlayar membawa narkotika menggunakan Kapal Umsini dari Tanjung Pinang menuju Surabaya.

Pada 2 Desember 2018, kapal Umsini bersandar di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Petugas gabungan akhirmya
berhasil mengamankan tiga tersangka antara lain SP, FM, dan AS beserta 11 bungkus ekstasi sebanyak 15.410 butir. Ketiga tersangka tersebut dikendalikan oleh seseorang di kendari.

Dari penangkapan ini, dapat diketahui bahwa modus yang mereka gunakan adalah menempelkan sebagian bungkus berisi ekstasi ini di badan salah satu tersangka dengan menggunakan korset. Sebagian bungkusan lainnya dimasukkan ke dalam tas.
Selanjutnya, petugas melakukan pengembangan kasus dengan cara controlled delivery ke Surabaya. Dalam aksinya di Surabaya, petugas BNN menggalang kerja sama dengan Bea Cukai Jawa Timur dan Bea Cukai Tanjung Perak.

Dalam proses pengembangan ini, tersangka AS diperintahkan oleh pengendalinya untuk meninggalkan tas berisi ekstasi di salah satu kamar sebuah hotel di bilangan Jalan Baratajaya Surabaya.

Pada tanggal 6 Desember 2018, seorang kurir berinisial IwS, datang
ke kamar tersebut untuk mengambil ekstasi Setelah keluar dari kamar tersebut, petugas
gabungan melakukan penangkapan terhadap IWS.

Atas perbuatannya, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2)  pasal 132 ayat (1). Undang-Undang No.35 tahun 2009 tentang narkotika ancaman minimal 4 tahun, maksimal pidana mati. ( ivan/bg )

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *