Pengembang Apartemen/Rusunami Green Park View Jakbar digugat Rp.100 Milyard di Pengadilan Negeri Jakarta Barat

Rotua Wendeilyna Simartama Kini, dia tengah berjuang untuk memenangkan gugatan terhadap PT Inten Cipta Sejati Cempaka Group,  menggugat pengembang dari Apartemen Green Park View tersebut sebesar Rp 100 miliar.

Rotua mengungkapkan, nominal Rp 100 miliar tersebut untuk kerugian immateriil yang dialaminya. Sementara untuk kerugian materiil berbeda. Nominal yang dia patok pada kerugian material yakni Rp 497 juta. ’’Tergugat sudah memberikan tawaran akan mengganti Rp 400 juta sebagai kerugian materialnya. Namun, saya tolak tawaran itu,’’ kata Rotua.

Rotua menambahkan, ketika dia menerima tawaran tersebut, tergugat akan bebas dari gugatan immateriil yang diajukannya. Rotua menyatakan, kerugian materiil dan imateriil adalah hal yang berbeda. Ibu dua anak itu merinci gugatan materiil yang diajukannya. Di antaranya, biaya sewa rumah setelah diusir dari apartemennya Rp 66 juta, uang pembelian unit apartemennya Rp 206 juta, uang pembayaran iuran bulanan mulai Januari 2012–Mei 2015 Rp 20 juta, naiknya harga pasaran apartemennya Rp 150 juta, kerusakan pada unitnya Rp 5 juta, dan kerusakan beberapa barang miliknya Rp 50 juta.

Di dalam gugatan ini, Rotua menyeret 12 pihak sebagai tergugat. Untuk pengembang apartemennya tercatat sebagai tergugat VI. Dia menegaskan, pihaknya telah menyiapkan beberapa bukti. Dia optimistis jika bukti tersebut mampu menguatkan dalil-dalil yang diajukannya.

Beberapa pelanggaran oleh tergugat VI akan dipaparkan melalui bukti-bukti yang dihimpun oleh Rotua. Salah satunya yakni terkait ijin usaha sebagai pelaku pembangunan apartemen. ’’Tergugat VI tidak memiliki izin usaha sebagai pelaku industry keuangan yang sah. Namun, telah melakukan praktik pemberian kredit kepemilikan unit F (unit Rotua),’’ paparnya.

Menurut pakar kependudukan Ahmad Yusep, pertumbuhan apartemen atau rumah tapak vertikal yang melejit merupakan dampak dari sempitnya lahan. Terutama lahan untuk membangun rumah tapak secara vertikal. ’’Apalagi di Jakarta. Tanah mahal, lalu pihak pengembang apartemen jor-joran memberikan tawaran murah,’’ ungkapnya.

Dia melanjutkan, problematika terkait rumah tapak secara vertikal justru sangat kompleks. Salah satunya yakni perizinan. Kehadiran Pemprov untuk mengawasi perizinan sangat dibutuhkan.

’’Pemprov jangan lepas tangan ya. Kalau memang serius menghadirkan rumah tapak secara vertikal, pikirkan fungsinya juga. Ini untuk siapa, misalnya masyarakat berpenghasilan rendah ya itu fokusnya. Jangan yang lain,’’ paparnya.

Perkara gugatan itu terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dengan nomor 99/Pdt.G/2018/PN Jkt. perkara gugatan itu dipimpin oleh Robert Hendrik P, SH,MH sebagai hakim.Rotua di Jakarta Barat. Dia mengatakan, setelah dirinya diusir oleh pihak apartemen, dia tinggal di kawasan Jakarta Utara. ’’Perkara gugatan ini telah masuk ke tahapan mediasi dan gagal,’’ pungkasnya .

Hakim Mediasi pada Perkara Nomor: 99/Pdt.G/2018/PN Jkt.Brt, Yang Mulia Robert Hendrik P.SH,MH memutuskan Mediasi : Gagal pada sidang tanggal 30 Mei 2018 di Pengadilan Negeri Slipi Jakarta Barat. Penggugat DR drh R Wendeilyna S, MSi yang beralamat di Rusunawa Marunda tidak sepakat dengan usulan perdamaian yang ditawarkan oleh Para Tergugat yaitu Sahala Siahaan, SH Kuasa Hukum dari  PT Inten Cipta Sejati Cempaka Group, beralamat di Komp. Sentra Latumenten Blok D3A, Jalan Prof. Dr. Latumenten Raya No. 50 Kota Administrasi Jakarta Barat (TERGUGAT I), Reksa Tua Lubis, SH (TERGUGAT II), Sahala Silitonga, SH (TERGUGAT III), I Wayan Suka Widiani Resi, SH., MH SH (TERGUGAT IV), Tonni Sitohang staf marketing PT Inten Cipta Sejati Cempaka Group (TERGUGAT V), PT Inten Cipta Sejati sebuah perusahaan swasta yang bergerak dibidang pelaku pembangunan Rusunami/Apartemen Green Park View Kelurahan Duri Kosambi Kecamatan Cengkareng Jalan Daan Mogot Km 14 Kota Administrasi Jakarta Barat, beralamat di Rukan Sentra Latumeten Blok A 10-11, Jl Prof. DR Latumeten Nomor 50 Kota Administrasi Jakarta Barat, (TERGUGAT VI), Kang Jacob Antung (TERGUGAT VII), Purwanto, SH., MKn (TERGUGAT VIII), Ir Teddy Budianto selaku Pribadi dan Direktur Utama PT Inten Cipta Sejati, beralamat di Jalan Balikpapan I Nomor 22 Rt 06 RW 06 Kelurahan Petojo Utara Kecamatan Gambir Kota Administrasi Jakarta Pusat (TERGUGAT IX), Verry Soetara Building Manager PT Collier International, beralamat  di Kompleks BCI Blok A 1 Nomor 14 Rt 02 Rw 26 Kelurahan Sukatani Kecamatan Tapos Depok Jawa Barat (TERGUGAT X), RAy Poppy Darmawan, SH selaku Pribadi dan Notaris pada TERGUGAT I, TERGUGAT II DAN TERGUGAT III, beralamat  di Jl Wijaya I 75, Petogogan, Kebayoran Baru Kota Administrasi Jakarta Selatan (TERGUGAT XI), Heri Setyo Wibisono staf bagian perparkiran di Rusunami/Apartemen Green Park View yang ditugaskan oleh PT Inten Cipta Sejati Cempaka Group, beralamat di Jalan Angg Rosliana VI/124 A Rt 09/05 Kelurahan Kemanggisan Kecamatan Palmerah Kota Administtrasi Jakarta Barat (TERGUGAT XII).(dbs/u)

 

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *