Barisan Emak-Emak, GEMPUR Ancam Bugil Apabila Tak Bertemu Kapolri

Jakarta, Berita Global.com-Penghadangan Neno Warisman dan  Ratna Suranpaet, berbuntut panjang.

Barisan Emak-Emak ( BEM ), Gerakkan Emak-Emak Peduli Rakyat ( GEMPUR ) dan Ormas lainnya datang ke Markas Polri untuk bertemu Kapolri Tito Karnavian menanyakan tindak lanjut Kepolisian yang dinilainya tidak adil dalam penanganannya.

Perwakilan pendemo beberapa orang dari mereka diterima oleh Bagian Penerangan Mabes Polri, meski sebelumnya sempat sedikit ricuh didalam ruangan dimana mereka merasa dipermainkan oleh polisi yang mengantarkan kedalam suafu ruangan di lantai 2 dengan menaiki tangga terlebih dahulu dan akhirnya diantar kembali kebawah ruangan Pelayanan Pengaduan Masyarakat.

Jimmy bersama GL Pro ( Gerakkan Laskar Prabowo ) menyesalkan atas beberapa kejadian yang terjadi 
di Mabes Polri atas perlakuan Polisi terhadap Ormas Emak-Emak itu.

“keberadaan kami disitu gl pro 08 hanya mengawal, menjaga, mengawasi jangan sampai wanita-wanita ini bisa tergores sedikitpun, karena bisa bahaya.
kami menyesalkan tadi tba-tiba ada sebagian besar emak-emak ini sampaikan kepada saya bahwa mereka melihat 3-4 polisi bersenjata keluar. otomatis para emak-emak ini merasa kaget.
saya sangat menyayangkan itu dan merupakan suatu bahan intropeksi buat kepolisian bahwa yang datang itu emak-emak merupakan seperti anda mempunyai ibu, sama seperti saya juga mempunyai istri, perlakukan mereka dengan adil dan terhormat, apalagi saya sangat menyayangkan yang menjaga di mabes polri itu dihadapkan dengan polisi laki-laki, khan tidak adil semua ini,” ujarnya

Menurut Jimmy memang betul ada beberapa polwan disana, tapi semua didominasi oleh laki-laki, “l Polwan itu cuma sebagai penghubung atau penengah atau mediator. harusnya jangan laki-laki dong main bentak-bentakkan sama ibu-ibu. kalo kita laki-laki sih tidak apa-apa,” pungkas Jimmy.

Jimmy menjelaskan bahwa berkaitan dengan aksi itu adalahmerupakan acara dari sekumpulan dari wanita-wanita hebat, wanita – wanita kuat, wanita-wanita perkasa, yang menpunyai kekuasaan didunia ini namanya BEM, GEMPUR,dan banyak lagi.

“mereka bersepakat bersama-sama ke mabes polri itu untuk menanyakan kasus ketidak adilan kepolisian terhadap bunda neno dan bunda ratna sarunpaet, ” ujar Jimmy.

Jimmy juga menyayangkan bahwa  disaat sholat dzuhur, pendemo ditolak polisi untuk melakukan sholat dzuhur di dalam dalam Mabes Polri dan diarahkan polisi untuk sholat diseberang Mabes Polri, lalu kericuhan yang ada museum itu diperlakukan seperti pimpong,” ujarnya dengan kesal.

Oleh sebab itu, lanjut Jimmy, jika emak-emak tidak bisa bertemu dengan Kapolri, mereka ( Ormas Emak-Emak ) akan melakukan aksi tiduran sambil membuka baju, ” Emak-emak menyampaikan kepada saya bahwa mereka akan melakukan itu. Klo dibilang melanggar kode etik berarti persekusi yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada neno warisman dan ratna sayrumpaet itu tidak melanggar kode etik.itu justru melanggar ham, melanggar undang-undang dasar kebebasan berkumpul , berserikat , berpendapat. mereka melakukan semua itu berdasarkan ketidakpuasan, mungkin dengan cara seperti itu mereka bisa dihormati dan dihargai lagi dalam berpendapat,” pungkasnya.

Sementara Rini cholifatullah, Relawan Anggota BEM geram dan mengancam jika benar-benar apabila mereka dipertemukan dengan Kapolri,”
Kita memang harus tegas,
kita itu rakyat, kita harus dihargai. kita tamu, harus ditemui dong. dia khan milik rakyat khan.klo kita ingin ketemu ya temui kami. maksudnya dan alasanya apa tidak mau diketemuin,saya ingin didengar, bertanggung jawab. pokoknya pak tito temui kami karena kami ingin curhat kami didengar. dia harus temui kami tanggal 20. kalo gak, telanjanglah gak masalah, ” ujar rini.

Jimmy bersama laskar menghimbau kepada pihak kepolisian agar jangan lagi ada satu senjata atau anggota itu mengenakan senjata.

“Orang pakai senjata khan siap nembak. ok tadi pihak kepolisian bilang sudah protap ,saya paham tapi saya minta kepada polisi tolong yang pakai senjata suruh masuk aja jangan taro diluar. Senjata ada dua jenis loh, senjata SS 1 apa SS 2, dan senjata gas air mata itu khan sudah antisipasi. Yang dihadapin itu siapa dulu. yang dihadapin itu emak-emak bukan mahasiswa yang beribu-ribu orang, ” tegas Jimmy, ( ivan/bg )

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *