Film “Sajen” di Arwah Korban Bullying Gentayangan Balas Dendam

 

Film horor di Indonesia selain menyeramkan juga kaya akan cerita dan legenda hantunya membuat industri film horor kita menjadi salah satu yang terbaik.

Setelah hampir satu dekade vakum memproduksi film horor paska “Keramat” (2009), rumah produksi Starvision tahun ini siap merilis film horor terbarunya yang berjudul “Sajen”.

Sajen digarap oleh Hanny R Saputra, sutradara yang sebelumnya pernah menggarap film horor “The Real Pocong” (2009) dan salah satu film drama laris fenomenal “Heart” (2006).

Dibintangi Amanda Manopo, Sajen mengisahkan tentang penemuan 3 sajen di SMA Pelita Bangsa yang mengudang misteri. Desas-desus mengatakan sajen tersebut merupakan upaya sekolah menenangkan arwah siswa yang bunuh diri karena menjadi korban bullying.

Alanda (Amanda Manopo) berupaya memutus rantai bullying di sekolah. Berbeda dengan siswa lain yang pasrah saat Bianca (Steffi Zamora), Davi (Jeff Smith) dan geng populer berlaku seenaknya, Alanda berani melawan.

Chand Parwez Servia Produser mengatakan, Setelah absen selama 6 tahun, Starvision memutuskan hadir dengan karya drama horor SAJEN. Sukses film-film impor jenis ini karena kekuatan cerita dan eksekusinya, berhasil mengajak penonton 1 bioskop terkoneksi dalam ketegangan dan teriakan bersama, bahkan saling menenangkan. Sensasi menonton luar biasa ini, adalah salah satu tantangan untuk SAJEN.

Haqi Achmad penulis skenario muda dan berbakat, akhirnya saya tanya kesediaan untuk menulis skenario horor pertamanya. Premisnya adalah mengangkat latar belakang berbagai urband legend tentang hantu-hantu di sekolah. Melalui beberapa kali brainstorming akhirnya tersusun cerita tentang isu bullying yang bukan sekedar fisik lagi tapi justru psikis, dengan dampak kehancuran mental yang menyebabkan bunuh diri.

Pengalaman masa kecil saya tinggal di rumah yang dekat dengan ex tempat eksekusi tentara Jepang, cukup menyeramkan dengan berbagai gangguan suara dan penampakan. Membuat kami sekeluarga setiap malam Jumat berdoa bersama ke setiap ruangan dengan menambahkan sajen bakar kemenyan, terlebih di sudut-sudut yang seringkali dingin karena tidak terpakai. Kombinasi sajen kemenyan dan doa ini, relatif biasa dalam keluarga saya. Pengalaman ini akhirnya kita lengkapi dengan riset tentang ritual sajen yang punya arti yang berbeda-beda, tetapi umumnya adalah penghormatan terhadap arwah yang telah mendahului kita.

Film SAJEN ini mengangkat hal yang kerap terjadi dalam keseharian. Bercerita tentang SMA Pelita Bangsa yang standar nilainya sangat tinggi, tetapi di usianya ke-13 sudah 3 siswa bunuh diri. Mereka diberi penghormatan dengan sajen. Ketika Alanda (Amanda Manopo) sebagai korban ke-4 tidak diberi sajen, ditambah ibunya tidak ikhlas dengan kematian anaknya, maka teror datang!

Penyutradaraan SAJEN ditangani oleh Hanny R Saputra, sebagai film ke-6nya di Starvision, setelah “Virgin” (2005), “Heart” (2006), “Love is Cinta” (2007), “Love Story” (2011), dan “Strawberry Surprise” (2014). Pemilihan Hanny R Saputra juga karena karya drama horor “Mirror” (2005) cukup fenomenal. Musik oleh Andhika Triyadi memasukkan unsur ethnic yang eksotik. Sound Designing oleh Khikmawan Santosa dan M Ikhsan. Pemilihan pemain berjalan relatif lancar, memasangkan pasangan muda favorit Amanda Manopo dan Angga Yunanda yang diperkuat oleh pemain-pemain lintas generasi seperti : Steffi Zamora, Jeff Smith, Chantiq Schagerl, Rachel Amanda, Aliff Alli Khan, Nova Soraya, Alfie Alfandy, Virnie Ismail, Minati Atmanagara, Otiq Pakis, Thomi Baraqbah, Grace Salsabila, Zafiraa Pasha, Sonia Alexa, Ricky Perdana, Alif Joerg, Al Gionino, Afdhal Yusman, Ananta Rispo, Nethanya Grania, Angie Ang, Vitta Mariana, Princess Seruni, dll.

Cukup menarik adalah beberapa kebetulan yang terjadi di SAJEN, seperti pemeran Rachel kecil di film “Heart”, setelah 12 tahun berperan sebagai Ratu. Sedangkan pemeran Pandu di “Heart 2 Heart” setelah 8 tahun berperan sebagai Arka, dan sekarang jadi pasangan Ratu. Beberapa peristiwa irrasional dan ghaib terjadi selama proses editing, cukup bikin saya merinding. Wallahualam.

Hanny R Saputra sang Sutradara Film Sajen adalah salah satu tradisi bangsa Indonesia, yang tujuan ritual ini untuk menjaga keharmonisan dengan alam semesta yang di dalamnya termasuk menjaga keharmonisan dengan penghuni suatu tempat.

Dengan memberi sesaji diharapkan si penghuni tidak mengganggu kehidupan si pemberi sesaji. Bullying adalah tindakan menyakiti secara mental atau fisik yang dilakukan oleh seseorang maupun kelompok dimana tindakan itu dapat membuat korban menjadi sakit hati, depresi, bunuh diri bahkan meninggal dunia.

Film SAJEN mengangkat persoalan bullying dalam setting masyarakat Indonesia modern. Film ini menceritakan bagaimana sakit dan pedihnya korban bullying itu, di mana penonton diajak memasuki psikologi korban saat di bully, mengalami depresi berat sampai meninggal bahkan sampai menjadi arwah.

Kematian adalah tabir yang membuka misteri dari tindakan bullying di mana si pelaku maupun korbannya berhadapan dengan dirinya sendiri .Apa yang dialami oleh si korban dan pelaku bullying itu?

Itulah yang akan digambarkan di film SAJEN ini, dan bagaimana sajen berperan dalam mengatasi persoalan ini di dalam sebuah setting sekolah modern yang sangat mengutamakan berpikir rasional.

Melalui film SAJEN penonton diajak untuk melihat sajen dalam berbagai perspektif/ pemikiran. Sebuah pesan dari film SAJEN, semoga orang menyadari bahwa bullying adalah sebuah kejahatan yang sering kali tidak kita sadari sebagai kejahatan, dan mau menyatakan Stopp!!! Terhadap bullying.

Haqi Achmad Penulis Skenario, Saya yang biasanya menulis skenario drama romantis jelas kaget ketika Pak Chand Parwez Servia menelepon dan mengajak menulis horor. Ketika pertama kali diajak, saya langsung menolak. Sejujurnya saya gak berani, gak tau harus menulis apa, dan gak yakin diri saya mampu.Ternyata, saya mampu.

Cerita tentang bullying di sekolah yang dibawa Pak Parwez berhasil dikembangkan menjadi satu jalinan skenario utuh berjudul SAJEN dan proses penulisannya pun berjalan tanpa banyak hambatan. Lewat SAJEN, saya mencoba sesuatu yang baru. Lewat SAJEN, saya pun berupaya mengemas cerita dengan cara baru.

Semoga teror SAJEN berhasil menghibur penonton. Semoga lewat SAJEN, remaja bisa mendapat gambaran tentang efek buruk dari bullying kemudian menghentikan praktiknya. Tentunya, semoga SAJEN bisa jadi tontonan favorit fans horor ketika teror hadir di bioskop.

Sinopsis
Adanya 3 sajen di SMA Pelita Bangsa adalah sebuah misteri. Desas-desus mengatakan sajen tersebut merupakan upaya sekolah menenangkan arwah siswa yang bunuh diri karena menjadi korban bullying.

Alanda (Amanda Manopo) berupaya memutus rantai bullying di sekolah. Berbeda dengan siswa lain yang pasrah saat Bianca (Steffi Zamora), Davi (Jeff Smith) dan geng populer berlaku seenaknya, Alanda berani melawan. Misi Alanda membuat 2 sahabatnya, Riza (Angga Yunanda) dan Keyra (Chantiq Schagerl) cemas.

Di suatu malam, Alanda dijebak. Karena depresi, Alanda memutuskan bunuh diri. Kemarahan Alanda membuat arwahnya tidak tenang dan mendorongnya membalas dendam ke orang-orang yang telah menghancurkannya.

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *