Resmikan 11 Vihara, Dirjen : Moderasi Relevan dengan Agama Buddha

 

Dirjen Bimas Buddha Caliadi meresmikan 11 vihara di Lombok Utara. Dalam sambutannya, Caliadi mengingatkan tentang pentingnya moderasi agama Buddha.

Menurut Caliadi, moderasi sangat relevan dengan ajaran agama Buddha. “Di jaman era globalisasi moderasi agama amat penting, jalan tengah. Hal tersebut relevan dengan ajaran Buddha,” ucap Dirjen Bimas Buddha di Lombok Utara, Sabtu (10/03).

Caliadi mengatakan, selain sebagai tempat puja bakti atau sembahyang, vihara juga sebagai tempat pembinaan mental spiritual. Vihara harus berperan dalam menjaga keseimbangan dan tetap berada di jalan tengah.

Dirjen mengatakan, di jaman Bodhisatva Sidharta (Calon Buddha Gautama), Sidharta pernah diingatkan gitar. Kalau gitar disetel terlalu kencang maka akan putus. Kalau disetel terlau kendor maka suara akan hilang. Kalau disetel sedang akan memberikan suara merdu. Hal tersebut yang membuat Bodhisatva Sidharta menjadi Buddha.

Peresmian 11 vihara ini dihadiri juga oleh Sanghanayaka Sangha Theravada Indonesia Subhapanno Mahathera dan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar. Seremonial peresmian berlangsung di Vihara Veluvana Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Adapun vihara yang diresmikan adalah Vihara Veluvana Lombok (Sempak), Vihara Kalyanaphala Lombok (Semagek), Vihara Lombok (Lokok Petung), Vihara Dhammaphala Lombok (Kali Puncak), Vihara Rinjani Dhammagiri Lombok (Lenggem Sari), Vihara Buddhamanggala Lombok (Tenangga), Vihara Giri Ratana Puja (Panasan Daya), Vihara Jaya Manggala Lombok (Medain), Vihara Sasana Graha Lombok (Kumbak), Vihara Brahmametta Lombok (Kuripan), dan Vihara Viryaparamit (Tanak Empet). (dbb) (Kemenag)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *