Papua Membara, GERCIN NKRI : Elit Politik Jangan Perkeruh Suasana !

Keterangan Photo : Kiri-Kanan

Aznil Tan ( Pembina Gercin NKRI ) – Hendrik Yance Udam ( Ketum Gecin NKRI ) – Binsar Manurung

Jakarta, BeritaGlobal.com – Disaat Indonesia akan menyelenggarakan perhelatan akbar, Pemilu 2019 tiba-tiba publik dikejutkan peristiwa tragis pembantaian pekerja Trans Papua di Nduga yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata ( KKB ) beberapa waktu lalu.

Menurut Hendrik Yance Udam, Ketua umum DPN GERCIN NKRI (Tokoh Papua) bahwa persoalan itu seharusnya diserahkan sepenuhnya kepada aparat hukum dalam menyelesaikan persoalan-persoalan secara bermartabat dan intelektual mencari solusi strategis untuk persoalan – persoalan papua.

” kami minta kepada elit-elit politik nasional jangan menyuarakan statement-statment yang dapat memperkeruh suasana didalam arena konflik. seharusnya, mereka mengeluarkan statement yang bermartabat,dan berintelektual mampu menyelesaikan persoalan-persoalan papua demi NKRI,” ujarnya saat diskusi kebangsaan ” Papua Membara ” Ada apa dengan Papua di Jl. minangkabau Pav 145, Bendungan Hilir Jakarta Selatan, Sore ini ( 14/11/18 )

Hendrik berharap kepada panglima TNIdan KAPOLRI melakukan pendekatan-pendekatan kepada KKB dengan cara-cara yang humonis, bukan dengan cara kekerasan,” karena kkb berlindung kepada rakyat-rakyat sipil, takutnya kekuatan tni polri dengan kekuatan yang besar melakukan penyisiran dan  mereka bersembunyi dibalik pada masyarakat dan nanti bisa menjadi isu nasional dan internasional bahwa tni polri melanggar ham,” paparnya.

Jelas-jelas, lanjut Hendrik, bahwa mereka itu (KKB) adalah pasukan sipil bersenjata yang bermotif ideologi kemerdekaan sehingga tni polri berhati-hati dalam menyelesaikan persoalan -persoalan itu.

” ini sudah komplikatik, karena saya menduga juga ada pesan-pesan sponsor dari pihak luar negeri  karena ditahun 2019 ini adalah tahun politik, pasti ada dugaan – dugaan. oleh sebab itu saya meminta kepada elit – elit politik nasional karena hanya ingin menjadi presiden kita korbankan papua lepas dari NKRI. tidak boleh, itu berarti kita menghianati perjuangan bangsa kita, menghianati oara pendahulu-pendahulu kita berjuang banyak untuk bangsa kita ini,” tegas Hendrik.

Selanjutnya, Hendrik  bersama GERCIN NKRI akan tetap bergerak dalam Negara Kesatuan Republik indonesia bersama-sama dengan aktivis lainnya akan duduk untuk menyelesaikan persoalan – persoalan tersebut,” saya minta juga ada penanganan khusus untuk papua agar papua itu dibagi berbagai provinsi sehingga adanya pemekaran potensi ini, potensi konflik dan keamanan dapat di minimalisir mungkin dengan melalui pendekatan-pendekatan kesejahteraan yang kita dorong. Sekali lagi, Papua itu sudah final dengan NKRI,” pungkasnya.

Hendrik merasakan Papua sudah diperhatikan luar biasa dengan segenap jiwa dan raganya Jokowi, ” sudah membangun papua, biarkan dia membangun papua, jangan ganggu lagi.biarlah kita terus bersama-sama menjaga indonesia di bumi indonesia ini.

ini tahun politik, segala macam cara digunakan untuk mengganggu dan memanaskan tensi politik 2019.saya juga menduga pihak -pihak asing juga yang ingin memanaskan. gerakkan ini dibentuk atas kesadaran saya sebagai anak bangsa , kita bersama bersatu demi menjaga dan merawat bangsa ini,” ungkapnya.

Sementara, Asril,  selaku pembina Gercin NKRI nanti selanjutnya akan melakukan sebuak aksi untuk mendorong hal ini dan mendukung jokowi untuk pembangunan di papua . (ivan/bg)

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *