Nyaris Bentrok di Depan Bawaslu, Jimmy GL Pro 08: Ada Penyusup Berpotensi Chaos

Jakarta, Berita Global – Ratusan orang berbagai elemen masyarakat seperti Gerakan Laskar pro 08 ( GL Pro 08 ), Komando Barisan Rakyat ( Kobar ), Front Pembela Islam ( FPI ) dan lainnya melakukan aksi demo di depan Badan Pengawas Pemilu ( BAWASLU ) agar segera menindak pelaku kecurangan Pemilu yakni KPU ( Komisi Pemilu ) yang dinilai telah melakukan kecurangan dalam perhitungan suara Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden tahun ini di jl.Thamrin , jakarta pusat ( 30/04/19 ).

Pantauan Berita Global, masa aksi mulai berdatangan sekitar 12:00 wib dan diakhiri sekitar pukul 16:00 wib.

” kami datang kemari atas nama rakyat karena kecurangan sudah terlalu banyak pak Bawaslu. Kami yakin kalian masih punya mata, ” ujar Jimmy CK, SE, MM dalam orasi diatas mobil komandonya.

Setelah berjalan sekitar 3 jam, tepatnya sekitar pukul 15:00 wib aksi itu nyaris ricuh akibat datangnya dengan tiba-tiba mobil komando lain bersama puluhan massa yang dikira massa aksi sebelumnya mempunyai maksud sama menyampaikan aspirasinya. Namun, mobil komando lain itu tidak dikenal oleh korlap aksi maupun peserta aksi.

” Saya menyangka tadi itu adalah mobil komando dari teman-teman FPI dan dikira mobil itu mobilnya FPI, ternyata bukan,” pungkas Jimmy.

Kombes Pol Harry Kurniawan,  Kapolres Jakarta Pusat ketika diwawancarai Berita Global mengira bahwa mobil komando yang baru datang itu adalah rekan-rekan yang sedang aksi. Namun, melihat situasi yang mulai sedikit ricuh, pihak Kepolisian bergegas membuat barisan pagar betis agar tidak terjadi bentrokan antar dua kubu itu.

” Kami mempersilahkan kepada siapapun yang ingin menyampaikan aspirasinya, dan tadi saya tanya kepada Jimmy  ternyata bukan temannya, makanya mereka kami cut untuk berhenti,” tegas Harry.

Setelah sekitar 1 jam massa yang tidak dikenal itu ber-orasi dan situasi semakin memanas, akhirnya massa itu diberhentikan oleh polisi dan Jimmy melerai massanya yang ingin bertikai. 

Kapolres yang baru dilantik 1 februari 2019 memberikan apresiasi tinggi kepada Jimmy, selaku koordinator  Lapangan aksi yang bisa meredam massa aksi yang semakin emosi.

” Bang Jimmy selamat dan terima kasih, saya bangga sama bapak, salut saya, bangga saya,” ujar harry kepada Jimmy sambil berjabat tangan dengan penuh keakraban.

Jimmy menyayangkan hal itu dengan mempertanyakan kepada pihak kepolisian yang sepertinya membiarkan kepada pihak lain yang bersebrangan untuk berorasi.

” Gunanya surat pemberitahuan adanya unjuk rasa itu khan agar polisi itu bisa mengatur. Tadi saya tanya kepada Kapolres dan beliau berfikir itu teman kita, berarti itu tidak ada pemberitahuan dia datang. Berarti, itu sudah jelas memancing kemarahan kita. Apalagi tadi ada provokator  ditengah-tengah, ” ujar Jimmy.

Jimmy pun tidak menuduh itu dari pihak Jokowi atau tidak, ” cuma disini ada pihak-pihak tertentu yang sudah punya maksud dan tujuan yang jelek khan. Makanya, tadi Kapolres beri apresiasi kepada kita karena kita tidak terpancing dan saya sebagai korlap juga bisa mengatur anak-anak. Soalnya klo tidak tadi khan sudah ada provokator , setelah kita selidiki kita kasih tau ternyata dia khan bukan pendukung kita, ” jelas Jimmy.

Ia yakin bahwa fenomena itu sudah ada skenario untuk membuat chaos mereka  sebelum tanggal 22 pengumuman KPU.

” Klo rakyat yang membuat chaos nanti terlihat kok, berarti rakyat yang sudah tidak sabar dan tidak terima. Tadi pihak kepolisian juga serba salah dia . Tapi kita meminta kepada pihak keolisian kalau ada yang seperti itu lagi ya lebih baik langsung diusir. Buat apa di berikan ruang. Tetapi yang namanya demokrasi dia bisa bicara. Cuma khan otomatis dia tidak ada pemberitahuan bahwa dia akan datang kesitu. Yang jelas dia khan tidak sejaln, tidak searah. kalau tadi terjadi bentrok siapa yang bertanggung jawab. Apalagi masa kita paling banyak. Gampang saja tadi klo dia bikin chaos kita bisa masuk penjara juga khan.Bukan masalah itunya, akhirnya nanti ada tanggapan masyarakat bahwa kita ini pembuat onar, padahal khan tidak seperti itu,” imbuhnya.

Jimmy juga khawatir seperti kekhawatiran Kapolres bahwa nanti ada penyusup,” Nah ini yang jadi masalah. Kita lagi aman-aman, tenang-tenang pas lagi bentrok polisi itu tidak lihat mana yang benar mana yang salah, yang ada disitu dia bisa main hantam. Itu masalahnya,”tandasnya.

Jimmy menghimbau kepada masyarakat agar bisa lebih cerdas kepada pihak-pihak tertentu yang ingin coba memperkeruh situasi untuk berfikir dua kali

” Ya jelas pasti dirugikan, tadi khan lihat sendiri kawan-kawan sempat ricuh dan udah ingin maju kedepan. Saya minta kepada aparat kepolisian bisa menindak tegas akan hal itu, Kalau ada dari pihak kita yang anarkis melanggar hukum silahkan ditindak. Jadi disini tidak bicara pihak manapun. Ini bicara rakyat. Begitu juga harus disamakan disitu pendukung siapa dari pihak mana saja harus diberlakukan adil. Semua waga negara kedudukannya sama dimata hukum.dia punya hak dan kewajiban, ” tegasnya lagi. ( ivan/bg )

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *