Massa Kembali Aksi Depan Bawaslu Tuntut Tindak Kecurangan Pemilu

Jakarta, Berita Global – Ribuan massa dari berbagai elemen masyarakat kembali melakukan aksi di depan kantor Badan Pengawas Pemilu  ( Bawaslu ) pada hari ini,10 mei 2019.

Sebagian besar dari Massa yang datang ke Bawaslu ini adalah massa 02 untuk mengawal BPN yang melaporkan dugaan kecurangan Pilpres 2019.

Massa juga menuntut paslon 01 untuk didiskualifikasi yang menurutnya banyak kecurangan.

Bersama Sang Alang, Wakil Ketua BPN Neno Warisman menyanyikan lagu 2019GantiPresiden di atas mobil komando meski penggagas hashtag 2019GantiPresiden, Mardani Ali Sera, sudah mengharamkan penggunaan kalimat itu. 

Sementara, menurut Koordinator Lapangan ( Korlap ) Aksi itu yang juga sebagai ketua Umum Gerakan Laskar Prabowo 08 ( GL Pro 08 ) Jimmy CK,SE,AK, kecurangan pemilu sudah teramat jelas oleh badan negara yang dibiayai pajak masyarakat,  tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagaimana mestinya. 

Jimmy menambahkan bahwa aksi akan terus dilakukan dengan melibatkan kaum ibu yang menamakan Barisan emak-emak Militan ( BEM ) GL Pro 08 apabila tgl 22 mei 2019 nanti kecurangan masih belum bisa diantisipasi oleh badan pemerintan dan tidak menyampaikan kebenaran hasil pemilu, maka mereka akan mengajak semua emak-emak turun kejalan menanggalkan pakaiannya.

” KPU harus menyampaikan apa yang terjadi dan Bawaslu harus menyampaikan bahwa kecurangan ini adalah terstruktur, sistematis, dan massive,” tegas jimmy.

Jimmy menggambarkan perbedaan hasil dari quick qount dengan hasil Real qount KPU di daerah Bengkulu dimana menurutnya disaat rapat plene awal  Jokowi menang sekitar 53 persen, ” setelah rapat pleno di provinsi Bengkulu kita yang menang khan 52 persen. Jadi, disitu ada penambahan suara kurang lebih 650 ribu suara. dari mana semua suara itu. Jangan-jangan dari surat suara yang dibikin lebih,” papar jimmy.

Jimmy juga berpendapat bahwa kaum ibu BEM merasa para aparat terkait adalah anak-anaknya, dimana sebagai orang tua, mereka ingin menyampaikan bahwa mereka harus jujur dalam bertugas.

” Sampaikan A kalau itu A, dan B kalau itu memang B. Jangan takut ,karena emak-emak militan adalah pendukung pemilu bersih dengan menyampaikan kepada aparat agar bisa tenang, karena Emak-emak menyertai kalian, ” imbuhnya.

Artikel Terkait

1 Comment
  • Demo, unjuk rasa bagian dari demokrasi, kalau tidak puas hasil pemilu kita tetap satu, perlu kita ingat kita harus menunggu Keputusan KPU tanggal 22 Mei 2019 nanti., Siapapun Presiden, Wakil, DPD RI, DPR, dan DPRD Kita harus bersatu membangun NKRI, Mari kita bangun perjuangan Bung Karno-Muhammad Hatta dan Pahlawan-Pahlawan terdahulu telah berjuang memerdekakan negeri kita, ingat peristiwa 1998 menyisakan air mata dan menyusahkan kita, kita tak boleh pecah dua, tiga atau seterusnya meski ada beda pendapat, ingat lah “Damai itu indah!” Serahkan pada MK dan Tuhan! Wahai pemuda pemudi ingat jalan masih panjang!
    Kita harus ingat Kemerdekaan hanya satu kali!
    Salam, Dalam Pangkuan Ibu Pertiwi Kita Bersaudara!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *