IPI Gelar Rakernas Di Surabaya Dihadiri 800 Orang, DPP IPI Instruksikan Anggotanya Tidak Golput

Rakernas IPI, rencananya akan digelar mulai hari ini hingga Sabtu (16/2/2019). Rakernas ini digelar dua tempat. Selain di hotel Mercure, juga digelar di gedung Srijaya.

Acara rakernas ini akan dihadiri sebanyak 800 orang. Jumlah itu terdiri dari pengurus IPI tingkat pusat hingga daerah. Di tingkat provinsi, IPI sudah ada di 32 provinsi. Sementara ditingkat kabupaten kota sebanyak 560-an. Jumlah pesantren di seluruh Indonesia tercatat 30.000.

Ketua Umum DPP IPI, KH Zaini Ahmad disela Rapat Kerja Nasional (Rakernas) IPI di hotel Mercure, Surabaya, Kamis (14/2/2019).menjelaskan,” dari jumlah itu, yang masuk anggota IPI sebanyak 21.000 dari 33 provinsi di Indonesia. “Rata-rata pesantren yang menjadi anggota kami adalah pesantren kecil. Ya satu pesantren rata-rata memiliki santri dibawah 1.000,” ungkapnya.

DPP Ikatan Pesantren Indonesia (IPI)  menginstruksikan seluruh pengurus dan anggotanya untuk tidak golput pada Pemilu 2019. Mereka harus menggunakan hak pilih sebagai bentuk pertanggungjawaban sebagai warga negara yang baik.

Lebih lanjut Ahmad mempertegas, “Kami instruksikan pada seluruh pengurus dan anggota untuk tidak golput. Gunakan hak pilih sebaik-baiknya,” kata

Secara organisasi, menurutnya, IPI tidak mendukung salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden pada pilpres yang akan digelar 17 April mendatang. Baik itu Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

“Pilihan politik kita serahkan sepenuhnya pada masing-masing individu, karena itu merupakan hak politik. Kalau secara individu silahkan (mendukung salah satu capres). Silahkan gunakan suaranya,” ujarnya.

IPI, tegasnya, tidak berpolitik praktis. Namun, IPI akan menjunjung tinggi simbol negara dan akan mendukung siapapun presiden yang terpilih nantinya.

“Selanjutnya, IPI akan mengawal beragam program pemerintah yang berpihak pada kemajuan umat. Kita juga akan memberi masukan pada pemerintah agar pesantren bisa semakin berdaya saing,” paparnya.

Lebih lanjut Ahmad mengatakan,“Secara umum, kepemimpinan Jokowi sudah bagus. Misalnya, menetapkan Hari Santri. Kementerian juga sering bekerjasam dengan pesantren untuk meningkatkan kualitas pesantren,” tutupnya.(dbs)

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *