HIPPI Jakarta Pusat Mewakili Keluarga Besar HIPPI Menyampaikan Duka Cita Atas Gempa Lombok

Jakarta – Gempa bumi berkekuatan 7 skala Richter (SR) mengguncang kawasan Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), kemarin malam. Atas peristiwa itu, Ketua HIPPI Jakarta Pusat Aldi Prastianto menyampaikan dukacita dan belasungkawa yang sebesar-besarnya dirinya meminta BNPB hingga Kemensos sigap berkoordinasi.

” Saya menyampaikan rasa duka cita yang sedalam-dalam nya serta belasungkawa mewakili Keluarga Besar HIPPI Jakarta Pusat atas musibah yang terjadi pada saudara kita di Lombok Utara,NTB. Saya berharap semoga Keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan yang sebesar-besarnya dan terus selalu berdoa untuk keselamatan dan berharap tidak ada lagi gempa susulan ” Ujar Aldi di Komplek Parlemen Selasa,(7/8/2018)

Aldi menyampaikan duka kepada korban gempa NTB. Dia meminta pemerintah terus bekerja menangani gempa. Terlebih Gempa Susulan yang terjadi semalam membuat Aldi berharap dan berdoa tidak terjadi lagi meskipun menurut data Gempa Susulan tersebut tidak berpotensi Tsunami.

“Iya saya kaget dengar info semalem ada Gempa Susulan lagi sekitar 5,5 SR saya berdoa mudah-mudahan tidak ada lagi gempa susulan sambil menunggu penanggulangan bencana harus cepat dan tanggap. Untuk itu, harus ada kerja sama yang sinergis antara pemerintah pusat dan daerah, juga antara BNPB,Kemensos dan BPBD. Jangan saling lempar tanggung jawab agar prioritas penyelamatan korban bisa dilakukan dengan cepat dan efektif,” pintanya.

Dirinya juga menambahkan akan berkoodinasi lebih lanjut dengan berbagai Pihak untuk datang dan melihat langsung situasi disana serta melihat para korban. Ditanya mengenai apakah HIPPI akan memberikan Bantuan Materi berupa sumbangan Aldi pun mengiyakan dan akan bergerak dalam waktu dekat.

” Insya Allah Insya Allah dalam Waktu Dekat, Mungkin Beberapa hari kedepan saya akan Koordinasi dan Rapat Internal dengan Anggota kira-kira apa saja yang akan kita Berikan secara Langsung, kan selain Materi bisa juga pangan atau sandang nah pangan nya apa saja dan sandang nya apa saja kan itu yang harus dirapatkan lagi ” Lanjut Aldi

Sementara itu Bendahara Umum HIPPI Jakarta Pusat Angelina Yusuf menjelaskan selain daripada proses Evakuasi Korban Gempa, Pemerintah juga harus Memastikan iklim Investasi Dan Perkenomian tetap terjaga karena musibah ini akan berdampak pada Turis yang akan di Evakuasi atau Mendapatkan peringatan dari Kedutaan Negara masing-masing untuk menghindari Bali-Lombok dalam beberapa waktu.

” Kami berharap tidak terlalu berdampak pada kegiatan bisnis/wirausaha disana, saya meyakini Hotel/Mall di Bali atau Lombok masih ramai dipenuhi oleh Wisatawan Dan Turis ditengah Musibah Gempa namun kita juga harus waspada dan hati2. Sambil menyarankan untuk berkomunikasi dengan Kepolisian Dan TNI untuk memastikan Bali/Lombok ini aman ” kata Angelina saat ditemui dikawasan Hang Lekir Jakarta Selatan,Selasa (7/8/2018).

Dirinya pun meyakini walaupun dalam beberapa waktu ke depan okupansi hotel dan pariwisata di Bali/Lombok akan mengalami penurunan pasca bencana gempa namun kondisi itu akan berlangsung cepat dan akan pulih kembali.

“Negara kita sudah sangat dewasa lah dan belajar dari berbagai macam pengalaman yang sangat besar Contohnya tahun 2002 ada Bom Bali, memang setelah itu akan berdampak pada investasi dan pemasukan daerah karena orang akan menjauhi daerah tersebut dalam beberapa waktu. Namun kan ga lama Bali ramai lagi, jadi saya sih sama sekali ga khawatir lah apalagi Pemerintah Pusat juga merespon cepat untuk Bantuan/Informasi dalam Bencana ini ” Lanjutnya

Gempa bumi susulan berkekuatan 5,5 Skala Richter kembali terjadi di wilayah Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gempa tidak berpotensi tsunami.

Informasi gempa disampaikan akun Twitter Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) lewat akun Twitter mereka, @infoBMKG, Selasa (7/8/2018). Gempa dilaporkan terjadi pukul 01.21 WIB.

Pusat gempa terletak di 21 kilometer Timur Laut, Lombok Utara di kedalaman 10 kilometer.

Sebelumnya, gempa Lombok berkekuatan 7 SR mengakibatkan 98 orang meninggal dunia dan 236 orang terluka. Ada ribuan rumah rusak, terbanyak di wilayah Lombok Utara.

Foto : Istimewa

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *