Heriandi Lim Polisikan Tengku Zulkarnain Dugaan Ujaran Kebencian

Jakarta, Berita Global – Wakil Ketua DPW PKB DKI Jakarta, Heriandi Lim yang juga Caleg DPRD DKI Jakarta mengaku diserang oleh akun Twitter @ustadtengkuzul melalui unggahan sejumlah foto lembar kampanye yang dipublikasikan pada Selasa (1/1/2018).

Hal itu diungkapkan oleh Heriandi Lim kepada para media Usai Melapor di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat siang ini ( 06/01/19 ).

” hari ini saya datang ke sini melaporkan kebencian demi ibu pertiwi” ujarnya.

Ia mengisahkan, berawal dari dirinya mendapatkan informasi yang ia punya yaitu akun  facebook Heriandi Lim, tiba-tiba ada face detect photonya yang ketika itu dia ditanya dengan temannya mau ditandain apa tidak. ternyata, yang ia lihat adanya beberapa ujaran untuk tidak memilihnya.

” tidak berapa lama ada kiriman link dari teman di  media RakyatMediaOnline.com bahwa ada tolakkan tidak memilih saya.lalu saya melihat di twitter itu bahwa ada seorang yang melakukan opini untuk materi kampanye saya.oleh karena itu saya lihat kedalam komentarnya semua tidak mengenakkan. makanya hari ini saya kesini untuk melapor, ” ungkapnya.

Dalam Laporannya, ia membawa bukti capturan, pemberitaan dari RMOL dan beberapa komentar yang meresahkannya.

Berdasarkan tangkapan layar yang beredar di media sosial, unggahan tersebut sempat mendapatkan 771 komentar, disukai oleh 1.896 akun dan telah dibagikan kembali sebanyak 1.210 kali. Akan tetapi, saat ini unggahan tersebut telah dihapus oleh pemilik akun Twitter @ustadtengkuzul.

Berikut Lembar kampanye para caleg dalam unggahan tersebut terdiri dari Bahasa Indonesia dan Mandarin.

 “Ini adalah Lembar Kampanye Calon Anggota Legislatif. Pertanyaannya, dari Negara Manakah Para Caleg Ini…? Jika Ini Benar Lembar Kampanye dari NKRI, bagaimana Perasaan Anda Semua…? Senangkah…? Atau Jengkel….? Monggo…,” tulis akun Twitter @ustadtengkuzul.

“sekarang posisi tweetnya sudah hilang sudah dihapus, tetapi saya capture. posisi saya capture itu sudah ada 1200an tweet banyak komentar dan like. sekitar 2 januari dan sudah diberitakan RMOL juga. Kenapa dia permasalahkannya, tetapi terus terang banyak yang membagikannya, banyak banget di facebook, di twitter dan akun-akun lainnya.bagi saya itu sesuatu yang merugikan saya secara pribadi dan saya sebagai anak bangsa dan warga negara indonesia. Disana juga ditanyakan apa kewarganegaraan saya, tetapi jelas saya caleg yang sudah lolos berarti saya warga indonesia, karena KPU hanya bisa meloloskan caleg yang berwarganegaraan indonesia. Harusnya mereka jelas gitu. yang saya laporkan diawal itu pencemaran nama baik, penyebaran kebencian berkaitan dengan sara kepada yang berinisial TZ yang mungkin dari kalangan ulama, ” pungkasnya.

Heriandi sebelumnya sempat diperingatkan oleh temannya agar jangan datang dan lapor ke polisi,karena yang akan dilaporkan itu adalah orang sakti, kebal hukum dan bisa berbicara semaunya dan sesuka dia dan tidak ada yang bisa mengganggunya, ” saya mengabaikan itu karena demi kecintaan kita terhadap ibu pertiwi. kita butuh ibu pertiwi senang, butuh warga negara indonesia merasa bahagia dan nyaman dengan kondisi kebersamaan,” tuturnya.

Atas laporan ini,Heriandi berharap, hukum yang tajam bisa diterapkan agar kebencian tidak beredar dan tidak kembali menjadi kebiasaan,” tidak pantas dong dia kapasitasnya besar dan harusnya dia mengeluarkan ide keulamaannya dan gak usah ngurusin beginian. intinya saya mengutarakan keresahan saya dan juga beberapa warga teman-teman saya maupun beberapa keluarga resah,” tegasnya.

Menurut Heriandi, tanggapan dari komentar itu berujung negatif,” saya disuruh keluar, saya dituduh bukan warga negara indonesia, saya gak pantas, caleg apaan gitu,”imbuhnya.

Heriandi Lim tercatat di KPU sebagai Calon Legislatif  DPRD DKI Jakarta,Dapil 3 meliputi Tanjung Priuk dan Pademangan, jakarta utata.

“Itu intimidasi, diskriminasi maupun segala sesuatu yang menurut saya negatif,” tutupnya ( ivan/bg )

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *