Harlah PPP ke-46, Gus Romy Targetkan 15 Juta Suara

Jakarta, Berita Global – Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) menyelenggarakan Istighosah dan Doa Bersama sebagai puncak acara dari rangkaian  kegiatan hari lahir (Harlah) ke-46 partai itu di halaman Kantor DPP PPP jalan diponegoro, Jakarta Pusat pada malam ini ( 6/01/18 ).

Dalam sambutannya, Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy bahwa PPP  menargetkan meraih posisi tiga besar perolehan kursi parlemen pada pemilu legislatif 2019 yang akan diselenggarakan pada 17 April 2019.

“Itu artinya, perolehan suara PPP harus naik. Pada pemilu legislatif 2014 PPP meraih suara sebanyak 8,157 juta dari target 12 juta suara. Pada pemilu 2019, PPP menargetkan 15 juta suara,” kata Romy, sapaan akrab ketua umum Partai berlambang ka’bah itu

Selain kader dan simpatisan PPP, acara ini juga dihadiri oleh Cawapres 01 KH.Ma’ruf Amin, Ketua Majelis Syariah PPP KH Maimoen Zubair, Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin, serta jajaran pengurus DPP PPP.

Menurut  Romy, dengan target perolehan suara tersebut, maka perolehan kursi PPP di DPR RI juga harus meningkat dari 39 kursi menjadi 67 kursi, untuk menjadikan PPP berada pada posisi tiga besar.

“Menjadikan PPP sebagai tiga besar perolehan kursi parlemen, bukanlah impian, karena pada pemilu 1999 dan 2004, PPP masih menduduki urutan ketiga dalam perolehan kursi partai secara nasional,” katanya.

Romy menambahkan, PPP di tingkat kabupaten dan kota, pada pemilu legislatif 2014 sudah berada pada posisi tiga besar, targetnya pada pamilu 2019 adalah sebagai pemenang pemilu di daerahnya masing-masing. “Ini bukan impian, karena dalam politik semuanya serba mungkin,” katanya.

Anggota Komisi III DPR RI menjelaskan, guna mendorong mewujudkan target tiga besar pada pemilu legislatif 2019 adalah terus melakukan konsolidasi organisasi dan kader secara intensif. Struktur PPP, kata dia, harus terus melakukan sinergi dengan kepala daerah terpilih dari hasil usungan PPP pada pilkada serentak tahun 2015, 2017 dan 2018.

Upaya lainnya yang dilakukan PPP, kata dia, adalah pemilihan putra-putri terbaik bangsa sebagai calon anggota legislatif (caleg) dan memandunya dalam pemenangan berbasis daerah pemilihan (dapil) dengan menggunakan pola kampanye pintar (“smart campaigning”) berdasarkan data perolehan suara pada pemilu sebelumnya.

Sebelumnya,sabtu ( 05/0118 ), Wakil Ketua Umum DPP PPP, Arwani Thomafi, menjelaskan bahwa PPP yang lahir pada 5 Januari 1973, sudah berusia 56 tahun. “Alhamdulillah PPP sudah berusia 46 tahun, sebuah usia yang cukup matang  dalam mengarungi perpolitikan nasional,” katanya.

Anggota Komisi I DPR RI ini menjelaskan, sebagai partai politik berplatform Islam dan didirikan para ulama, PPP akan tetap bersama-sama dan di dalam barisan para ulama untuk izzul Islam wal muslimin.

Sejak berdirinya PPP merupakan gabungan dari empat partai politik berplatform agama Islam, yakni Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), dan Parmusi.

Para deklarator PPP ini adalah KH Idham Chalid, H. Mohammad Syafaat Mintaredja, Haji Anwar Tjokroaminoto, Haji Rusli Halil dan Haji Mayskur.( ivan/bg )

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *