Film ” Satu Suro” Mengisahkan Perjuangan Suami Istri Untuk Si Buah Hati Penuh Ketegangan

Jakarta, Berita Global – Film satu suro yang disutradarai oleh Anggy Umbara mengangkat kisah budaya dan kepercayaan masyarakat Jawa yang menganggap satu suro sebagai hal yang keramat.

Menurut Manoj Punjambi, CEO MD Picture, film yang akan tayang 7 februari ini akan tayang diseluruh bioskop di indonesia.”  7-8 bulan buat konsep apa nih yang baru dan bagai mana menjadi sesuatu yang beda,” ujar Manoj.

Sementara, Anggy Umbara berharap, Film yang diproduksi oleh  Pichouse Films, anak perusahaan MD Picture, dapat menyajikan berbagai adegan  demi adegan yang menegangkan.

” kami bikin malam yang penuh perjuangan. Intinya perjuangan suami istri bagaimana mereka berjuang untuk si buah hati. Merasa mencekam dan tegang, ingin orang lama menarik nafas yang panjang. Penonton indonesia sangat suka dikagetin, jadi saya menajikan apa yang penonton mau.” ujar Anggy Umbara dalam konferensi pers setelah usai screening bersama wartawan di CGV Grand Indonesia pada kamis malam (31/01/19).

Cerita bermula saat Adinda (Citra Kirana) sedang hamil besar. Menurut salah satu saran saudaranya, Adinda dan suaminya, Bayu (Nino Fernandez), perlu membuat kelahiran anak pertamanya spesial.

Dipilihlah untuk pindah ke daerah desa, jauh dari perkotaan. Suasana tenang dan alam yang asri menjadi pertimbangan.

Bayu tetap melakukan pekerjaannya di dekat kota, sementara Adinda sesekali berjalan-jalan ke pasar tradisional. Saat sedang di pasar, Adinda melihat banyak bunga melati.

“Sebentar lagi kan malam satu suro, jadi semuanya harus disiapkan,” begitu kira-kira jawaban salah satu pedagang saat Adinda bertanya.

Sejak menempati rumah baru tersebut, sering terjadi gangguan kepada Adinda baik suara aneh atau penampakan makhluk gaib. Bahkan dari kejadian-kejadian tersebut, Adinda sering mengalami halusinasi.

Pada suatu malam, Adinda merasa perutnya mengalami kontraksi. Bayu membawa Adinda ke rumah sakit terdekat.

Dokter mengatakan bahwa belum saatnya Adinda untuk melahirkan. Agar bisa melakukan persiapan menjelang kelahiran tersebut, Bayu kembali ke rumah dan mengambil barang yang sekiranya diperlukan.

Saat kembali ke rumah sakit, pemandangan yang tak terduga dialami oleh Bayu. Rumah sakit yang dia yakin didatangi sebelumnya, berubah menjadi bangunan tua, kosong dan gosong seperti bekas kebakaran.

Diketahui kemudian dari warga bahwa sumah sakit tersebut sudah terbakar total sepuluh tahun lalu.

Bayu harus mencari Adinda yang berada di dalam rumah sakit. Tapi tidak semudah itu, banyak ganguan dari makhluk gaib yang sepertinya penunggu rumah sakit tersebut, dan jumlahnya pun banyak.

Menurut salah satu warga pula, bahwa malam satu suro adalah waktu para makhluk gaib untuk keluar. “Malam satu suro adalah hari rayanya makhluk halus.”

Selain Citra Kirana dan Nino Fernandez, pemain lain film ini yaitu Alexandra Gottardo, Willem Bevers, Yati Surachman, Novie Chandra, Heydar Salishz, Ingrid Widjanarko dan Ence Bagus.

Dalam penulisan naskah, Anggy Umbara dibantu oleh Syamsul Hadi. ( ivan/bg )

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *