Puluhan Tahun Tercemar, Jimmy GL Pro 08 Duga Ada Pungli Bekingi Pelaku Usaha Ayam di Matraman

Jakarta, BeritaGlobal.Com – Gerakan Laskar Pro 08 ( GL Pro 08 ) melalui Ketua Umumnya, Jimmy CK,SE,AK menyoroti para pengusaha ayam di sekitar kecamatan Matraman, Jakarta Timur yang berada di sekitar tengah pemukiman masyarakat sekitar.

Menurut Jimmy, pelaku usaha yang berada ditengah – tengah pemukiman perkotaan seperti di kelurahan pisangan baru telah mengganggu dan  mencemarkan yang dapat  merusak kesehatan.” itu bau sekali polusinya tuh. kok bisa ada disitu, padahal ada undang-undang dan perda yang mengatur itu,” ujar Jimmy beberapa waktu lalu.

Jimmy menyayangkan hal itu terjadi karena sudah puluhan tahun dan tidak ada tindakan tegas dari pemerintah setempat. Jimmy menduga, ada aparat yang membekingi para pelaku usaha ayam sehingga permasalahan belum juga terpecahkan.

” Itu khan mengganggu, ada keluhan masyarakat kenapa tidak digubris. Kita mengendus ada pejabat yang berkopeten seakan – akan melindungi dan membekingi. ada apa dan siapa yang bermain disini,” ketus Jimmy.

Oleh sebab itu, Jimmy akan pertanyakan ke Gubernur DKI Anies Baswedan jika polusi yang mencemarkan itu masih terjadi,”nanti kita akan tanyakan ke pak Anies langsung. jika tidak ada yang beresin kita tanya sama pak Anies,” tegas jimmy.

Lurah pisangan baru, Tuti Sugihastuti.SE mengakui bahwa adanya dampak akibat pencemaran dari penampungan-penampungan ayam di wilayahnya.  Salah satunya penampungan ayam yang berada di sebelah kantornya adanya polusi yang mengganggu. 

” kita tidak menyalahkan pelaku usaha, tetapi ini khan polusinya berdampak pada warga sekitar,” ujar tuti saat dikonfirmasi kepada BeritaGlobal.Com (30/08/18)

Tuti menjelaskan, dirinya sering menerima pengaduan dari masyarat akibat pencemaran itu seperti air yang tidak sehat dan juga mengganggu pernafasan.

” fasilias pengaduan dari pemerintah khan sudah tersedia. Itu banyak kok yang sudah mengadukan kepada kami,” ujarnya.

Tuti menjelaskan, masyarakat yang mengadu mengeluhkan berbagai penyakit seperti terganggunya saluran pernafasan. Tuti tidak bisa berbuat banyak yang menurutnya adalah kewenangan tingkat kota administrasi jakarta timur.

“Oleh sebab itu, kita berkoordinasi dengan instansi terkait. Kita berikan solusi saudara-saudara kita tetap bisa berusaha agar tidak mati dan akhirnya itu domainnya kpkp (Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian ) khan.” papar tuti.

Menanggapi  undang-undang dan perda yang melarang memelihara unggas ditengah masyarakat, tuti juga menjelaskan bahwa tingggal menunggu eksekusi apabila peringatan dari aparat tidak di indahkan.” surat peringatan satu sudah, peringatan dua sudah, peringatan tiga sudah, tinggal melakukan eksekusi dari tingkat kota dan eksekusi. Karena itu khan bukan hanya disini. tapi masih ada wilayah yang lain,” paparnya.

Sementara, ketika diklarifikasi BeritaGlobal.Com, terkait siapa yang bertanggung jawab atas  pencemaran di wilayahnya, Camat Matraman, Bambang Eko Prabowo menyerahkan kepada Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) yang menanganinya.

 “ada sekitar 19 pelaku usaha ayam. tanya aja deh sama KPKP. Khan dia merelokasi semuanya dan kota hanya membantu.” pungkas bambang.

Bambang menyangkal di lingkungannya melakukan pungli  membekingi para pelaku usaha ayam di wilayahnya.” bisa melihat saya? ada tampang seperti itu?saya jauh pak dari yang gitu-gitu seperti itu.pendapat orang macam-macam,” tegas bambang.

Sebelumnya, lurah pisangan juga menjamin bahwa tidak ada pungli membekingi para pelaku usaha ayam, karena dirinya sudah melakukan pembinaan terhadap bawahannya.

”  saya klarifikasi yang namanya pungli, baik lurah kebawah maupun kecamatan kebawah itu tidak ada. Saya jamin tidak ada. Tidak ada pungli baik dari tingkat kelurahan, tingkat kecamatan maupun kota tidak ada. Klo memang terbukti berarti kan udah menyalahi, itu khan ada pihak yang berwenang khan.Di proses dengan aturan yang ada. Kita ta’at hukum kok. sebagai pimpinan kita sudah melakukan pembinaan,” pungkas tuti.

Informasi terakhir yang diterima Redaksi beritaGlobal.Com, Tuti, lurah pisangan baru melalui pesan singkat WhatsApp mengakui bahwa pelaku usaha Ayam di wilayahnya belum memiliki perizinan. Sementara, Camat Matraman Bambang Eko belum memberikan jawaban pesan WhatsApp terkait perizinan usaha penyebab pencemaran lingkungan ditengah masyarakat ini. (red/bgc)

 

 

 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *