Menerbitkan Aturan Kawasan Berikat, Diharapkan Meningkatkan Investasi Mendorong Pertumbuhan Ekspor

Jakarta, BeritaGlobal.com – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai gelar Konferensi Pers tentang Rebranding Kawasan Berikat, di Selasar Aula Merauke, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Ahmad Yani By Pass, Rawamangun, Jakarta Timur. Pagi ini, Selasa (27/11/2018)

Acara ini dihadiri Wakil Menteri Keuangan (Mardiasmo) , Direktur Jenderal Bea dan Cukai, serta Pengusaha Kawasan Berikat.

Ia mengatakan bahwa melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 131/PMK.04/2018 tentang Kawasan Berikat dan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai nomor PER-19/BC/2018 tentang Tata Laksana Kawasan Berikat, DJBC bermaksud untuk melakukan rebranding terhadap Kawasan berikat.

Melalui rebranding Kawasan Berikat, DJBC memberikan kepastian dan berbagai kemudahan kepada pengguna jasa diantaranya adalah
• Memangkas proses perizinan menjadi lebih cepat, dari 15 hari kerja di kantor Pabean dan 10 hari kerja di Kantor Pusat DJBC menjadi 3 hari kerja di Kantor Pabean dan 1 jam di Kantor Wilayah.
• ‎Jumlah perizinan transaksional, dari 45 perizinan dipangkas menjadi 3 perizinan secara elektronik .
• ‎Masa berlaku izin Kawasan Berikat berlaku secara terus-menerus sampai dengan izin Kawasan Berikat tersebut dicabut sehingga tidak perlu mengajukan perpanjangan izin.
• ‎Kemudahan subkontrak berupa ekspor langsung dari penerima subkontrak.
• ‎Penerapan prinsip One Size Doesn’t Fit All, yaitu pemberian fasilitas fiskal dan prosedural yang berbeda-beda untuk masing-masing jenis industri,sehingga dalam izin Kawasan Berikat ada perlakuan tertentu untuk masing-masing Pengusaha Kawasan Berikat.
• ‎Sinergi Pelayanan antara Direktorat Jenderal Bea Cukai dengan Direktorat Jenderal Pajak.
• ‎Layanan Mandiri bagi Kawasan Berikat yang memenuhi persyaratan.

Saat ini yang tercatat jumlah Kawasan Berikat adalah 1.360 perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Perusahaan yang menerima manfaat Kawasan Berikat dan KITE telat berkontribusi ekspor senilai USD 54,82 miliar atau setara dengan 37,76% dari ekspor nasional dan menyerap tenaga kerja langsung sebesar 2,1 juta orang.

Dan juga menyumbang penerimaan negara senilai Rp 73,65 T dan menambah investasi sebesar Rp. 168 T berdasarkan pembentukan modal tetap bruto serta Rp 653 T dari ekuitas.(Deslie Seril), Kongkrit.com – Kementerian Keuangan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengadakan Konferensi Pers tentang Rebranding Kawasan Berikat, di Selasar Aula Merauke, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Jl. Ahmad Yani By Pass, Rawamangun, Jakarta Timur. Pada Selasa (27/11/2018)

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya adalah Wakil Menteri Keuangan (Mardiasmo) , Direktur Jendera