Pasar Desa Pengaringan digelar diatas Bahu Jalan dan Jembatan Pengguna Jalan Resah

Baturaja, Berita Global.Com,-Desa Pengaringan Kecamatan Semidang Aji Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Sumatera Selatan menggelar pasar desa.

Dibahu jalan transmigrasi dan diatas jembatan digelarnya pasar desa itu mendapat sorotan publik,  karena keberadaan pasar desa dan pengelolaannya diduga keras dengan pelanggaran.

 Hal tersebut bukan tanpa dasar pasalnya berdasarkan penelusuran beritaglobal.com dilapangan pada Rabu (11/1) didesa Pengaringan Kecamatan Semidang Aji menggelar pasar desa yang tidak sesuai dengan Undang-undang atau peraturan yang berlaku.

 Beberapa pelanggaran yang ditemukan dimana keberadaan pasar desa sudah mengganggu arus lalu lintas dan dikeluhkan pengguna jalan.

Para pedagang berjualan dibahu jalan transmigrasi, dan ironisnya lagi diatas jembatan hal itu berdampak terhadap pengguna jalan.Di duga  pasar desa itu tidak memiliki izin karena pengelolaannya bukan dari dinas terkait.

Keberadan pasar desa yang digelar di desa pengaringan itu tidak sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 42 Tahun 2007 tentang pengelolaan pasar desa.

 Namun pasar tersebut tetap saja digelar tanpa ada tindakan atau teguran dari pemerintah Kabupaten OKU dan dinas terkait hal itu terkesan adanya pembiaran oleh pemerintah setempat. 

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun digelarnya pasar didesa pengaringan tidak memenuhi aspek bagaimana prosedur pendirian pasar desa yang benar yang dituangkan dalam peraturan menteri tentang pengelolaan pasar.

Selain itu pasar desa dadakan digelar secara instan pengelolaannya tidak jelas dan terindikasi ada kerjasama dengan pihak Kecamatan Semidang Aji. Dan pada saat digelarnya pasar desa itu Camat Semidang Aji Tampun, BA Sedang Stand by dilokasi pasar dari pagi hingga siang. Hal demikian menunjukan pihak pemerintahan setempat melegalkan beroperasinya pasar desa tanpa memperhatikan aspek lain sehingga menguntungkan sepihak dan merugikan masyarakat lain bagi pengguna jalan. 

Saat di wawancarai beritaglobal.com salah seorang pengguna jalan yang namanya enggan dimediakan mengatakan dengan adanya pasar desa yang digelar dibahu jalan transmigrasi dan diatas jembatan kami merasa terganggu karena sudah menghalangi pengguna jalan. 

“kami sangat terganggu dan tidak nyaman ketika melintas dijalan ini karena digunakan untuk lahan pasar mestinya pasar desa tempatnya khusus yang tidak mengganggu masyarakat lain sebagai pengguna jalan. 

Kami minta Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan dinas terkait untuk mengkaji lagi tentang keberadaan pasar yang dapat mengganggu arus lalu lintas. Sementara itu bagi pengguna jalan transmigrasi dan legalitas pasar itu dipertanyakan, izinnya tidak ada pasar itu juga digelar secara instan ungkapnya.

Sementara saat dikonfirmasi beritaglobal.com Kepala Desa Pengaringan Irwadi tidak bisa ditemui. Ditempat terpisah Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten OKU Dharmawan Irianto, S.Sos, MM tidak berada ditempat. (YAN-OKU) 

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *