Peserta Diskusi ” Disrupsi atau Mati ” Membludak

Jakarta, BeritaGlobal -Asumsi.co gelar diskusi bertema ” Disrupsi atau mati ” The Ice Palace, Lotte Shopping Avenue, Kuningan, Jakarta Selatan, malam ini ( 19/12/18)

Pantauan Berita Global, Acara itu dibanjiri oleh kaum muda milenial yang  membanjiri lokasi acara itu hingga susahnya masuk kedalam ruangan diakusi akibat padatnya peserta hingga luar pintu.

” ada sekitar 500-600 orang anak-anak muda generasi yang kira-kira antara 18-28 tahun yang hadir,” ujar Lisan Sulaiman SHum, Direktur Komunikasi Asumsi.co , saat acara masih berlangsung.

Membludaknya peserta, menurut Lisan karena mereka rata-rata tertarik dengan tema diskusi disrupi yang adalah kecepatan laju tekhnologi.

” apalagi kita sudah masuk revolusi industri 4.0, mereka pasti ingin mengetahui bagaimana sih caranya kita bisa siap melewati fase disrupsi 4.0 ini .
sekarang ya sekarang seperti sosial media, tekhnologi computasi semakin canggih, smartphone semakin canggih, nanti kedepan lapangan kerja bisa aja berkurang karena diganti dengan tekhnologi. Oleh sebab itu disrupsi juga memunculkan pengusaha-pengusaha baru yang cepat seperti Gojek oleh Nadim Makarim, dia bisa berkembang cepat perusahaannya,” ungkapnya.

Lisan menambahkan, sosialisasi acara ini sebelumnya dilakukan serba digital melaui Sosial Media seperti facebook, twitter dll.

” Youtube channel kami sudah mempunyai 100ribuan subcriber, instagram 26 ribu. Alhamdulillah antusias karena yang terakhir karena sesi mereka,” tambahnya.

Keruntuhan perusahaan didaya sebesar Nokia, Sony Ericson bahkan tabloid Bola di Indonesia menjadi sinyal bahwa dunia telah berubah. Teknologi informasi merubah perilaku masyarakat, merubah bentuk interaksi manusia dalam sebuah genggaman smartphone.

Dibalik kehancuran korporat raksasa tersebut, berkembanglah perusahaan-perusahaan baru yang bahkan pada awalnya diremehkan. Jeff Bezos melesat dengan Amazon.com, Jack Ma di Asia di Ali baba dan di Indonesia tentu kita mengenal persaingan antara Go-Jek, Traveloka dan Tokopedia. Sebuah ruang maya yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya dan dipimpin oleh kaum muda. Kita mengenalnya dengan ‘Disrupsi’.

Teori tentang inovasi disruptif pertama kali muncul di Harvard Business Review Edisi Januari-Februari 1995 dalam cerita tentang berbagai perusahaan raksasa yang jatuh karena tak sanggup mengejar laju perkembangan teknologi yang mengutip dari definisi disruption di kamus Merriam Webster, “interrupt the normal course”. Semangat “interrupt the normal course” atau melakukan sesuatu di luar batas yang dianggap normal ini adalah semangat yang sangat kita perlukan dalam menghadapi era baru yang menanti di depan.

REBUT 2024 adalah upaya kami untuk mengajak anak muda Indonesia melihat ke masa depan dan mempersiapkan diri dalam menghadapi era disrupsi. Tepatnya ke tahun 2024 di mana Indonesia telah dipimpin oleh generasi baru politisi dan diperkirakan telah naik kelas menjadi negara berpendapatan menengah ke atas (upper-middle income).

Namun di sisi lain juga akan menghadapi berbagai tantangan berat yang belum pernah dilihat oleh generasi sebelumnya: Perubahan iklim, radikalisme dan tentu saja Revolusi Industri 4.0. Maka dari itu daripada energi kita terkuras untuk “Ribut 2019”, lebih baik kita bersiap dari sekarang untuk #Rebut2024.

Seluruh pembicara erdiskusi sebagai satu panel dengan dipandu oleh satu orang moderator.

Setelah itu akan diadakan sesi tanya jawab bersama peserta mendekati sesi akhir acara. ( ivan/bg )

Artikel Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *